ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Nasional

Ketua PWM Aceh, A Malik Musa Jadi Pemateri Silatnas Panti se-Indonesia Di Makassar: Dorong Kemandirian dan Transformasi Pengelolaan Panti

Admin by Admin
Januari 24, 2026 | 11 : 27
in Nasional
0
Ketua PWM Aceh, A Malik Musa Jadi Pemateri Silatnas Panti se-Indonesia Di Makassar: Dorong Kemandirian dan Transformasi Pengelolaan Panti
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asakita.news | Makassar — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A Malik Musa, SH., M.Hum, menjadi salah satu pemateri dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Panti se-Indonesia yang digelar pada 23–25 Januari 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kehadiran Malik Musa mendapat apresiasi karena kontribusinya dalam pengembangan model tata kelola panti yang adaptif dan berkelanjutan.

Acara Silatnas ini diselenggarakan sebagai forum strategis untuk memperkuat jejaring antarpengelola panti asuhan dari seluruh Indonesia. Para peserta mendapatkan ruang untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pengelolaan panti, terutama dalam upaya meningkatkan layanan kesejahteraan bagi anak-anak yatim dan dhuafa.

ADVERTISEMENT

Silatnas juga menjadi momentum memperluas sinergi dan kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang kian kompleks.

Dalam materinya, A Malik Musa menekankan pentingnya transformasi dan kemandirian panti asuhan. Ia menyebut bahwa pengelolaan panti tidak boleh stagnan atau terpaku pada pola bantuan tradisional.

Panti harus mandiri dan memiliki program usaha sendiri. Banyak bidang yang bisa dikembangkan, seperti tambak, peternakan, perikanan, hingga perkebunan,” ujar Malik Musa, mendorong pengelola panti untuk berani berinovasi.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, keberlanjutan panti asuhan sangat bergantung pada kemampuan mengelola sumber daya secara produktif dan profesional. Dengan adanya unit usaha, panti tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga menyediakan ruang pembinaan keterampilan bagi anak-anak asuh agar memiliki kesiapan hidup yang lebih baik.

Silatnas Panti se-Indonesia ini diharapkan menjadi titik tolak untuk memperkuat kualitas pengelolaan panti secara nasional.

Melalui semangat kolaborasi yang terbangun di Makassar, para peserta berkomitmen membawa perubahan nyata demi terciptanya panti asuhan yang lebih modern, mandiri, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan generasi penerus bangsa.

89
Previous Post

Harapan dari Gayo Lues, Siswa Tetap Bersekolah Pascabencana

Next Post

Gubernur Aceh Nonaktifkan Azwardi Abdullah dari Kepala Sekretariat MPA

Admin

Admin

Next Post
Gubernur Aceh Nonaktifkan Azwardi Abdullah dari Kepala Sekretariat MPA

Gubernur Aceh Nonaktifkan Azwardi Abdullah dari Kepala Sekretariat MPA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In