Asakita.News | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) terus mematangkan persiapan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 yang akan dipusatkan di Kota Banda Aceh.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, ST, MT, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA, Bobby Syahputra, SE, M.Si, menerima kunjungan Tim Deputi Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipimpin oleh Drs. Pangarso Suryotomo, M.MB.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas lembaga guna memastikan pelaksanaan HKB berjalan optimal, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah agenda penting, mulai dari konsep pelaksanaan, skenario kegiatan, hingga pelibatan berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah, relawan, dunia usaha, dan masyarakat umum.
Bahron Bakti menyampaikan bahwa penunjukan Banda Aceh sebagai tuan rumah HKB 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki risiko bencana cukup tinggi.
“Peringatan HKB bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi sarana edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Deputi Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang tangguh dan berkelanjutan.
Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) sendiri diperingati setiap tanggal 26 April sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana, sekaligus mendorong partisipasi aktif seluruh elemen bangsa dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.
Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang kuat, diharapkan peringatan HKB 2026 di Banda Aceh dapat menjadi contoh nasional dalam membangun budaya tangguh bencana di Indonesia.

