Kembang Tanjong, Asakita.news, — Pasar Ie Leubeue yang terletak di kawasan pesisir Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, kini menjadi magnet baru bagi para pecinta kuliner tradisional.
Dalam beberapa waktu terakhir, pasar kecil yang berada tak jauh dari laut ini ramai diserbu pengunjung yang ingin menikmati aneka jajanan khas daerah.
Keunikan Pasar Ie Leubeue tidak hanya terletak pada ragam kuliner yang dijajakan, tetapi juga pada lokasinya yang strategis dan sarat nilai sejarah. Pasar ini berada hanya beberapa puluh meter dari makam , yang selama ini dikenal sebagai salah satu situs religius yang kerap diziarahi masyarakat.
Beragam kuliner tradisional khas Kembang Tanjong tersedia di pasar ini.Pantauan media asakita.news Sabtu, 28/3/2026,
Mulai dari ade gulung yang lembut dan manis, putu dengan aroma khas gula merah, serabi yang gurih, hingga lungok dan bulukat selai yang menjadi favorit warga lokal. Semua jajanan disajikan dengan cita rasa autentik yang masih mempertahankan resep turun-temurun.
Namun, dari sekian banyak pilihan, boh manok weng menjadi sajian yang paling diburu pengunjung. Kuliner berbahan dasar telur ini memiliki cita rasa unik yang sulit ditemukan di tempat lain, sehingga tak heran jika banyak pembeli rela antre untuk mendapatkannya.
Salah seorang pengunjung, Hajjah Nurhayati mengaku sengaja datang dari Lhokseumawe hanya untuk menikmati suasana pasar sekaligus mencicipi jajanan tradisional yang mulai jarang ditemui. “Di sini lengkap, rasanya juga masih asli seperti dulu,” ujarnya.
Selain menjadi pusat kuliner, Pasar Ie Leubeue juga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Para pedagang mengaku mengalami peningkatan penjualan seiring bertambahnya jumlah pengunjung, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
Masyarakat berharap Pasar Ie Leubeue terus dikembangkan sebagai destinasi wisata kuliner tradisional tanpa menghilangkan keaslian dan nilai budaya yang dimilikinya. Dengan potensi yang ada, pasar ini dinilai mampu menjadi salah satu ikon wisata lokal di wilayah Pidie.

