Banda Aceh, Asakita.news, — Gubernur Aceh, , resmi membentuk Aceh Corporate University (Aceh Corpu) sebagai sistem pembelajaran terintegrasi guna meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah tersebut.
Kebijakan strategis ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Aceh Nomor 800.1.4/212/2026 sebagai bagian dari upaya mewujudkan birokrasi Aceh yang berkelas dunia dan adaptif terhadap tantangan pembangunan.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, , Kamis (26/3/2026), menyebutkan bahwa pembentukan Aceh Corpu menjadi langkah konkret Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kualitas ASN secara berkelanjutan.
“Ini adalah langkah besar Pemerintah Aceh untuk memastikan ASN memiliki kompetensi yang relevan, profesional, dan berintegritas dalam mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Marthunis.
Ia menjelaskan, Aceh Corpu dirancang untuk mencetak ASN berkinerja tinggi yang mampu mencapai target pembangunan sebagaimana tertuang dalam Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh 2025–2029.
Berbeda dengan sistem pelatihan konvensional, Aceh Corpu mengusung pendekatan pembelajaran terintegrasi yang mencakup pembelajaran formal, pembelajaran sosial seperti coaching dan mentoring, serta pembelajaran berbasis pengalaman melalui magang dan kerja tim.
“Melalui pendekatan ini, setiap SKPA akan menjadi pusat pembelajaran, sehingga pengembangan kompetensi tidak lagi berjalan parsial, tetapi terintegrasi dan berdampak langsung pada peningkatan kinerja organisasi,” jelasnya.
Dalam implementasinya, Aceh Corpu mengacu pada Pedoman Nomor 306 Tahun 2024.
Secara kelembagaan, Gubernur Aceh bertindak sebagai Ketua Dewan Pengarah Pembelajaran dengan dukungan Wali Nanggroe sebagai penasihat, serta unsur pimpinan daerah lainnya sebagai anggota.
Sementara itu, Kepala BPSDM Aceh ditunjuk sebagai Koordinator Pembelajaran (Chief Learning Officer) yang bertanggung jawab mengoordinasikan pengembangan kompetensi ASN di seluruh SKPA.
Para Asisten Sekretaris Daerah juga dilibatkan sebagai Koordinator Kelompok Keahlian (Chief Group Skill) yang membidangi tiga sektor utama dalam pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Pemerintah Aceh.
Dengan hadirnya Aceh Corpu, Pemerintah Aceh optimistis dapat mempercepat reformasi birokrasi sekaligus menciptakan ASN yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi dinamika pembangunan di masa depan.

