Bireuen – asakita.news, — Kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana kembali ditunjukkan oleh MPR RI melalui Yayasan Sukma.
Bantuan berupa tas laptop disalurkan kepada relawan pendidikan dan guru-guru yang terdampak banjir Aceh. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lapangan upacara SMK Negeri 1 Peusangan, Sabtu (7/2/2026).
Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala SMA Sukma Bangsa Bireuen, Dian Ferdiansyah, M.A., sebagai perwakilan Yayasan Sukma. Bantuan tersebut diterima oleh Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, S.T., M.Pd., yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Hazairin, S.Pd.
Dalam sambutannya, Dian Ferdiansyah menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud empati dan solidaritas MPR RI bersama Yayasan Sukma terhadap para pendidik yang terdampak bencana, khususnya di Aceh.
“Bantuan ini memang tidak banyak, hanya berupa tas laptop. Namun kami berharap, sekecil apa pun, dapat membantu meringankan beban teman-teman guru SMKN 1 Peusangan yang terdampak banjir,” ujar Dian.
Ia menambahkan, perhatian terhadap guru dan relawan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana.
“Guru adalah garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan pendidikan. Di tengah kondisi pascabencana, dukungan moral dan perhatian seperti ini kami harapkan dapat menambah semangat mereka untuk terus mengabdi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala SMKN 1 Peusangan Bidang Kurikulum, Hazairin, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada MPR RI dan Yayasan Sukma atas kepedulian ini. Bantuan ini bukan sekadar barang, tetapi menjadi penyemangat bagi guru-guru kami untuk tetap menjalankan tugas pendidikan di tengah keterbatasan pascabencana,” ungkap Hazairin.
Menurut Hazairin, dampak banjir tidak hanya dirasakan pada fasilitas sekolah, tetapi juga pada perlengkapan kerja guru.
“Sebagian guru kehilangan atau mengalami kerusakan perlengkapan kerja akibat banjir. Bantuan ini tentu sangat berarti dan relevan dengan kebutuhan mereka saat ini,” tambahnya.
Dengan adanya dukungan tersebut, pihak sekolah berharap semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap dunia pendidikan di Aceh terus terjaga, sehingga proses pembelajaran dapat kembali berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

