BIREUEN – ASAKITA.NEWS, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan kembali melakukan perombakan besar-besaran terhadap seluruh kepala SMAN, SMKN, dan SLBN di Kabupaten Bireuen.
Langkah ini dinilai sebagai upaya serius menciptakan kemajuan pendidikan yang merata tanpa disparitas dalam kepemimpinan sekolah.
Seluruh kepala sekolah kini telah menempati unit kerja yang baru. Mutasi dan rotasi tersebut menjadi titik awal untuk membangun semangat baru dan meningkatkan kinerja manajerial sekolah secara menyeluruh.
Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, Hamid, menegaskan bahwa kepala sekolah yang baru dilantik harus langsung bekerja maksimal dan menunjukkan komitmen kepemimpinan yang profesional.
“Semua sudah di tempat yang baru. Mulai dari tempat baru, mulailah dengan semangat baru,” ujar Hamid kepada media ini, Rabu (29/1/2026).
Dilantik Sekda Aceh, Kepala Sekolah Dituntut Siap Bekerja
Sebagaimana diketahui, seluruh kepala sekolah tersebut telah resmi dilantik oleh Sekretaris Daerah Aceh atas nama Gubernur Aceh pada 26 Januari 2026.
Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan sekolah di Bireuen.
Namun demikian, Hamid menegaskan bahwa setelah pelantikan, kepala sekolah tidak serta-merta langsung diantar tugas ke sekolah baru. Mereka terlebih dahulu wajib menuntaskan seluruh tanggung jawab administrasi dan aset di sekolah lama.
“Kepala sekolah harus menyelesaikan semua tanggung jawab di sekolah sebelumnya, baik keuangan, sarana dan prasarana, guru dan tenaga kependidikan (GTK), termasuk data siswa. Semua itu adalah aset negara yang harus diserahterimakan secara tertib,” tegasnya.
Bentuk Tim Investigasi Aset Sekolah
Untuk memastikan proses serah terima berjalan transparan dan akuntabel, Kacabdin Bireuen telah membentuk tim investigasi yang terdiri dari unsur pengawas pembina dan jajaran Cabang Dinas Pendidikan.
Tim tersebut mulai bekerja efektif sejak Kamis, 30 Januari 2026, dengan tugas utama memastikan seluruh aset sekolah tercatat dengan baik dan diserahkan secara resmi kepada kepala sekolah yang baru.
“Tim ini bekerja untuk memastikan tidak ada aset yang tercecer atau bermasalah. Semua harus tercatat dan diserahterimakan sesuai aturan,” jelas Hamid.
Kepala Sekolah Diminta Libatkan Komite dan Pengawas
Lebih lanjut, Hamid berharap para kepala sekolah yang baru dilantik tidak terburu-buru mengambil kebijakan, melainkan terlebih dahulu mempelajari kondisi riil sekolah yang mereka pimpin.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan komite sekolah dan pengawas pembina dalam mengidentifikasi persoalan serta menentukan prioritas pembenahan.
“Kepala sekolah harus memahami kondisi sekolahnya masing-masing. Libatkan komite sekolah dan pengawas pembina agar langkah pembenahan tepat sasaran,” pungkasnya.
Perombakan total ini diharapkan menjadi momentum peningkatan mutu pendidikan di Bireuen, dengan kepemimpinan sekolah yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan pendidikan yang berkeadilan.(**)

