• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
Home Aceh

Ahmad Madani Ajak Guru Pesantren Al-Manar Bangun Reputasi Digital

Admin by Admin
Oktober 20, 2026 | 19 : 31
in Aceh, Aceh Besar
0
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ACEH BESAR, Asakita.news, — Perjalanan dari satu daerah ke daerah lain untuk menjalankan agenda profesional kerap menjadi kesempatan bagi Ahmad Madani untuk kembali terhubung dengan lingkungan pesantren.

Praktisi pemasaran, pendidikan vokasi, sekaligus AI Visibility–GEO tersebut memiliki kebiasaan menyempatkan diri mengunjungi pesantren yang berada di sekitar lokasi tugasnya, baik untuk bersilaturahmi maupun berbagi pengalaman kepada para pendidik.

Kebiasaan itu kembali diwujudkan melalui kegiatan sharing bersama guru Pesantren Modern Al-Manar, Aceh Besar, pada Senin malam, 19 Oktober 2026.

Dalam kegiatan bertema “Pesantren Hebat, Jangan Hanya Dikenal di Dalam!”, Madani membahas pentingnya budaya menulis, publikasi digital, dan penguatan reputasi pesantren pada era kecerdasan buatan.

Sebelumnya, dalam rangkaian kegiatannya di Jawa Timur pada awal Oktober 2026, Madani juga menyempatkan diri mengunjungi Pesantren Syafa’atul Qur’an (SyauQie) di Jember seusai menjalankan agenda pendidikan vokasi di SMK Islam Bustanul Ulum.

Kunjungan semacam ini menjadi bagian dari upayanya menjaga hubungan dengan dunia pesantren sekaligus memperluas akses pengetahuan digital bagi komunitas pendidikan Islam.

Sebagai alumni Gontor 2001, Madani memiliki hubungan historis dengan tradisi pendidikan pesantren.

Di sisi lain, aktivitas profesionalnya sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI dan Co-Founder AGMARI membuatnya banyak berinteraksi dengan sekolah, pelaku industri, serta komunitas pengembangan kompetensi di berbagai daerah.

Menurut Madani, dua lingkungan tersebut tidak seharusnya berjalan terpisah. Pengalaman dari dunia industri dapat menjadi sumber pengetahuan yang relevan bagi pesantren, sementara nilai-nilai pendidikan pesantren tetap menjadi landasan penting dalam membangun karakter dan tanggung jawab profesional.

“Setiap perjalanan kerja selalu membuka kesempatan bertemu orang-orang baru dan belajar dari lingkungan yang berbeda.

Kalau ada pesantren di dekat lokasi kegiatan, saya merasa sayang apabila kesempatan itu hanya dilewati. Saya ingin berbagi pengetahuan yang saya miliki, sekaligus belajar dari pengalaman para guru dan pengasuh pesantren,” ungkap Madani dalam draf keterangannya.

Mengajak Guru Menjadi Penghasil Pengetahuan

Dalam kegiatan di Al-Manar, Madani menyoroti perlunya perubahan cara pandang terhadap publikasi pesantren.

Selama ini, banyak lembaga pendidikan telah aktif membagikan dokumentasi kegiatan melalui media sosial.

Namun, menurutnya, publikasi perlu dikembangkan agar tidak hanya memperlihatkan aktivitas, tetapi juga menjelaskan pemikiran dan nilai pendidikan di balik aktivitas tersebut.

Ia mencontohkan bahwa kegiatan pidato, pembinaan organisasi santri, tahfidz, atau pengembangan keterampilan bahasa dapat ditulis dari perspektif pendidikan yang lebih mendalam.

Tulisan semacam itu berpotensi membantu masyarakat memahami pendekatan pembinaan yang diterapkan sebuah pesantren.

Madani juga mengajak guru mengenal LinkedIn sebagai ruang untuk membangun reputasi profesional, Kompasiana sebagai media berbagi gagasan dan pengalaman, serta website resmi pesantren sebagai pusat dokumentasi dan informasi kelembagaan.

Untuk membantu peserta mengembangkan tulisan, ia memperkenalkan struktur QASEC yang terdiri dari Question, Answer, Story, Explanation, dan Conclusion.

Kerangka tersebut digunakan untuk membantu guru mengubah pengalaman mengajar menjadi artikel yang runtut, relevan, dan memiliki pesan yang jelas.

Literasi Digital sebagai Bagian dari Pengembangan Pesantren

“Kami berharap para guru terus mengembangkan kompetensinya, termasuk dalam kemampuan menulis dan memanfaatkan teknologi digital secara produktif.

Pengalaman pendidikan di pesantren memiliki nilai yang besar untuk dibagikan kepada masyarakat.

Dengan publikasi yang baik, nilai-nilai tersebut dapat dipahami secara lebih luas tanpa meninggalkan identitas dan prinsip pendidikan pesantren.” ujar Pimpinan Pesantren Modern Al-Manar, Dr. Tgk. H. Ikram M. Amin, M.Pd

Madani menegaskan bahwa peningkatan kemampuan publikasi tidak boleh mengabaikan tanggung jawab etika.

Guru harus memastikan ketepatan informasi, menghormati hak dan privasi santri, serta membedakan pendapat pribadi dari pernyataan resmi lembaga.

Ia juga menjelaskan bahwa kehadiran teknologi AI dapat membantu proses pengembangan tulisan, mulai dari penyusunan kerangka hingga penyuntingan bahasa. Namun, pengalaman, fakta, dan tanggung jawab atas isi tulisan harus tetap berada pada penulis.

Melalui kebiasaannya menyisipkan kegiatan berbagi dalam perjalanan profesional, Madani berharap semakin banyak pesantren mendapatkan kesempatan untuk mendiskusikan perkembangan teknologi dan komunikasi digital secara praktis.

Baginya, berbagi di pesantren bukan semata kegiatan tambahan, melainkan salah satu cara menjaga kesinambungan antara pengalaman profesional yang terus berkembang dan nilai pendidikan yang membentuk perjalanan hidup

24
Tags: AIAl ManarMadanipesantren
Previous Post

Tak Cukup Jago Digital! Siswa SMKN 1 Banda Aceh Digembleng Langsung di Industri Yamaha

Next Post

Bedah Buku Karya Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani di UI, Sekaligus Peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian (APIK)

Admin

Admin

Next Post

Bedah Buku Karya Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani di UI, Sekaligus Peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian (APIK)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In