Asakita.news | Aceh– Penceramah kondang nasional Gus Miftah menunjukkan kepedulian mendalam terhadap para korban musibah banjir dan longsor di Aceh serta Sumatra Barat Tanpa membuka penggalangan dana publik, Gus Miftah mengalokasikan bantuan pribadi senilai total Rp 1 miliar, yang disalurkan dalam dua tahap masing-masing Rp 500 juta.
Tahap pertama bantuan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya pada Kamis (4/12/2025) di Media Center Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor Kabupaten Pidie Jaya, yang di terima langsung oleh Bupati Pidie jaya Haji Syibral Malasyi untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang tersebar di sejumlah titik pengungsian.
“Hari ini saya donasi untuk Aceh sebesar Rp 500 juta, yang dibelanjakan sama kawan-kawan saya di Aceh,” ujar Gus Miftah dalam keterangannya. Ia memastikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan melalui jejaring di daerah agar lebih cepat dan tepat sasaran dalam penyaluran.
Bantuan tahap kedua akan menyusul dalam beberapa hari ke depan. “Nanti, insya Allah hari Senin, setelah teknisnya bisa kita cari, saya akan kirim sembako untuk Padang Sumatra utara sebesar Rp 500 juta. Jadi total Rp 1 miliar untuk Aceh dan Padang,” sambungnya.
Pria kelahiran 1981 ini menyampaikan bahwa bantuan itu sepenuhnya berasal dari kantong pribadi, sebagai bentuk solidaritas dan ukhuwah tanpa melibatkan publik dalam penggalangan dana.
Gus Miftah juga menjelaskan, proses penyaluran memanfaatkan jaringan relawan di daerah yang membantu pembelian kebutuhan pokok langsung di Banda Aceh. Hal itu dilakukan demi mempercepat pengiriman logistik atau bahan kebutuhan dan menghindari kendala distribusi dari luar daerah.
“Saya kalau nyari sembako dari sini susah, apa yang bisa saya lakukan. Mereka ternyata membantu saya untuk belanja di Banda Aceh, kemudian kita dikirim ke lokasi bencana,” ungkapnya. Ia menambahkan, bahan pangan menjadi kebutuhan paling mendesak bagi para penyintas Bencana Hidrometeorologi akibat badai tropical Cyclone Senyar yang telah meluluhlantakkan Aceh dan pulau Sumatra.
Bantuan tersebut disambut hangat oleh Bupati Pidie jaya H Syibral Malasyi dan unsur Pemerintahan Kabupaten Pidie Jaya yang tengah mengupayakan percepatan pemulihan di wilayah terdampak. Kehadiran berbagai pihak, termasuk tokoh nasional pejabat pusat dan lembaga donatur lainnya, dinilai sangat membantu meringankan beban masyarakat Aceh khususnya pidie jaya yang masih berada di tenda pengungsian yang kehilangan tempat tinggal akibat di sapu banjir dan longsor.[]


