Asakita.news | Banda Aceh — Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh, Heri Safrijal SP., MTP, menilai Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah sebagai sosok pemimpin yang humanis, rendah hati, dan dekat dengan masyarakat.
Menurut Heri, lima gaya kepemimpinan utama yang melekat pada Irjen Marzuki humanis, preventif, responsif, transparan, dan solutif sangat terasa selama beliau memimpin jajaran Polda Aceh.
Beliau sosok yang humble dan bekerja tanpa banyak publikasi, namun dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” ujar Heri.
Heri menyoroti keberhasilan Irjen Marzuki dalam menjaga situasi Aceh tetap kondusif, terutama saat mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung DPRA yang mendapat perhatian nasional. Demo berlangsung tertib tanpa anarkis berkat kepiawaian pendekatan persuasif dan strategi preventif Kapolda Aceh.
Selain itu, pemberantasan narkoba dan penanganan kriminalitas selama kepemimpinannya juga menunjukkan peningkatan signifikan, dengan proses hukum yang lebih transparan dan akuntabel.
Sosok Irjen Marzuki juga dinilai berhasil membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui pembukaan pos-pos pengaduan serta kemudahan bagi warga untuk berinteraksi dengan petugas.
Heri menilai langkah ini sangat penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. “Akses masyarakat terhadap polisi semakin mudah, dan ini membuktikan bahwa beliau benar-benar hadir untuk rakyat,” tegas Heri, yang juga dikenal sebagai aktivis Aceh.
Puncak pengabdian Kapolda Aceh terlihat jelas saat bencana besar melanda Aceh pada 27 November 2025. Irjen Marzuki turun langsung ke lapangan, membuka akses wilayah terisolasi hingga ke Aceh Tamiang, serta memimpin penyaluran bantuan bagi korban banjir.
Tanpa mengenal lelah, ia berada berhari-hari di tengah masyarakat, mengoordinasikan jajarannya agar respons cepat dan terstruktur.
Bahkan, pembangunan sumur bor sebanyak 251 unit dan suplai air bersih untuk warga terdampak banjir turut menjadi bukti nyata kepemimpinan solutifnya.
Tidak hanya fokus pada penanganan bencana, Kapolda Aceh juga hadir dalam kegiatan pembangunan masyarakat, seperti peletakan batu pertama Perumahan Meutuah Residen di Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala.
Heri menyebut Irjen Marzuki sebagai jenderal pekerja keras yang mengabdi tanpa banyak sorotan kamera.
Kami Pusat Studi Pemuda Aceh mendoakan beliau selalu diberi kelancaran dan kemudahan dalam memimpin Aceh,” tutup Heri.


