Asakita.news | Banda Aceh – Pemerintah melalui Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) Penanganan Darurat Bencana (PDB) Provinsi Aceh telah menyalurkan ribuan ton bantuan logistik untuk korban bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Tanah Rencong sejak akhir November 2025.
Hingga 6 Januari 2026, total logistik yang telah didistribusikan dari Pospenas PDB Aceh Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar mencapai 1.788 ton.
Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin mengatakan penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan di daerah terdampak.
Informasi itu disampaikan berdasarkan laporan dari Koordinator Kluster Logistik Pemerintah Aceh, Muhammad Syahril.
“Sejak 30 November 2025 hingga 6 Januari 2026, pemerintah telah mendistribusikan 1.788 ton logistik untuk korban banjir dan longsor di Aceh,” kata Murthalamuddin, Selasa (6/1/2025) malam.
Menurut dia, total penerimaan bantuan logistik di Gudang Pospenas PDB Provinsi Aceh selama periode yang sama mencapai 1.875 ton, yang terdiri dari logistik makanan dan nonmakanan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah disalurkan ke kabupaten dan kota terdampak bencana.
Distribusi bantuan masih terus berlangsung. Pada hari ini, kata Murthalamuddin, pemerintah kembali menyalurkan logistik sebanyak 23 ton ke sejumlah wilayah di Aceh.
“Hari ini, distribusi logistik dilakukan sebanyak 23 ton,” ujarnya.
Ia merinci, distribusi melalui jalur darat mencapai 4,7 ton dengan tujuan Aceh Tengah. Sementara pengiriman melalui jalur udara sebanyak 18,3 ton yang disalurkan ke Gayo Lues, Aceh Tengah, Langsa, Aceh Timur, Lhokseumawe, Aceh Tenggara, dan Bener Meriah.
Di sisi lain, pasokan bantuan terus masuk ke gudang posko. Ia menyebutkan bahwa hari ini logistik yang masuk ke gudang sebanyak 27 ton, baik logistik makanan dan nonmakanan.
Dengan adanya distribusi dan penerimaan bantuan tersebut, kata Murthalamuddin, stok logistik yang tersisa di gudang posko saat ini tercatat sebanyak 87 ton.
“Pemerintah memastikan ketersediaan logistik akan terus dijaga untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan pascabencana Aceh,” pungkasnya. [Redaksi]


