BANDA ACEH – asakita.news, – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Murthalamudin, menyambut kunjungan kerja alumni SMAN 3 Bandung Angkatan 1975 yang tergabung dalam GABEA SMANTI’75 di ruang kerjanya, Rabu (11/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, alumni akan menanam 113 bibit durian unggulan untuk dikembangkan di SMKN 1 Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen.
Rombongan alumni Kelas 3B2 SMAN 3 Bandung Angkatan 1975 itu dipimpin oleh dr. Denny Poernawarman, Sp.THT, selaku Ketua Alumni, didampingi Kang Deddy Hermawan serta Kang Djajat Suhardja, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).
Bantuan yang direncanakan berupa 113 bibit durian dari empat varian unggulan, yakni Musang King, Duri Hitam, Bawor, dan Tembaga.
Keempat varietas tersebut dikenal memiliki nilai ekonomis tinggi dan pasar yang luas, sehingga dinilai tepat untuk mendukung pembelajaran berbasis kewirausahaan di SMK.
Dorong Pembekalan dari Pembibitan hingga Pemasaran
Dalam kesempatan itu, Murthalamudin menyampaikan apresiasi atas kepedulian alumni lintas daerah terhadap dunia pendidikan Aceh. Ia menekankan agar bantuan bibit durian tersebut diikuti dengan pembekalan teknis kepada guru dan siswa agar bantuan tidak sia sia.
“Kami menyambut baik kedatangan rombongan alumni SMAN 3 Bandung Angkatan 1975. Tolong beri pembekalan kepada guru dan siswa SMKN 1 Simpang Mamplam, mulai dari pembibitan, pengolahan tanah, pemupukan sampai panen dan pemasaran,” pinta Murthalamudin.
Menurutnya, pendidikan vokasi harus mengintegrasikan praktik lapangan dengan manajemen usaha agar siswa benar-benar siap menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.
Kegiatan yang dimotori oleh Kacabdin Bireuen Abdul Hamid, bersama kepala SMK di wilayah Bireuen mendukung sepenuhnya niat alumni SMAN 3 Bandung. Ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan.
Abdul Hamid menyampaikan bahwa pengembangan kebun durian unggulan di lingkungan sekolah dapat menjadi laboratorium kewirausahaan bagi siswa.
“Bibit durian Musang King, Duri Hitam, Bawor, dan Tembaga ini memiliki prospek ekonomi yang sangat baik. Jika dikelola secara profesional, hasilnya bisa menjadi sumber pendapatan sekolah sekaligus media praktik siswa,” ujarnya.
Ia berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk pendampingan teknis dan monitoring berkala.
GABEA SMANTI’75: Ingin Bersedekah untuk Aceh
Sementara itu, dr. Denny Poernawarman menyampaikan bahwa bantuan 113 bibit durian tersebut merupakan bagian dari program sedekah jariyah alumni untuk dunia pendidikan.
“Kami berterima kasih karena telah berkenan menerima bantuan dari kami. Tujuan kami hanya ingin bersedekah kepada Aceh,” kata Kang Denny.
Ia menambahkan, pihaknya siap mendukung pembekalan teknis agar proses penanaman hingga pemasaran dapat berjalan optimal.
“Kami berharap durian-durian unggulan ini kelak menjadi kebun produktif yang memberi manfaat jangka panjang bagi sekolah dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Perkuat Pendidikan Vokasi dan Ketahanan Pangan
Program penanaman 113 bibit durian unggulan ini diharapkan mampu memperkuat pendidikan vokasi berbasis agribisnis di SMKN 1 Simpang Mamplam. Selain menjadi media praktik siswa, kebun durian tersebut juga berpotensi mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal di Kabupaten Bireuen.
Kolaborasi antara Plt Kadisdik Aceh, Cabang Dinas Pendidikan Bireuen, pihak sekolah, dan GABEA SMANTI’75 menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat diwujudkan melalui aksi nyata dan berkelanjutan.
Dengan dukungan pembekalan dari hulu ke hilir—mulai dari pembibitan hingga pemasaran—diharapkan program ini menjadi contoh pengembangan sekolah berbasis potensi daerah yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi di Aceh.**



