Asakita.news | Aceh — Nasruddin alias Nyak Dhien Gajah menyampaikan kritik keras terhadap sejumlah media yang dinilai tidak menjalankan prinsip profesionalisme dan etika jurnalistik secara konsisten.
Menurut Nyak Dhien Gajah, terdapat indikasi bahwa sebagian media telah menyimpang dari fungsi utamanya sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial. Ia menilai, ada media yang diduga menjadikan pemberitaan sebagai alat tekanan dan sarana untuk kepentingan tertentu.
“Kami menilai ada media yang tidak lagi bekerja secara profesional. Media seharusnya menjadi ruang informasi yang objektif dan berimbang, bukan alat untuk menekan atau mencari keuntungan pribadi dengan mengabaikan etika jurnalistik,” tegas Nyak Dhien Gajah.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah data dan bukti terkait media-media yang diduga bermasalah. Dalam waktu dekat, laporan resmi akan disampaikan kepada pihak kepolisian dan Dewan Pers untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum dan kode etik jurnalistik yang berlaku.
Nyak Dhien Gajah juga menyoroti keberadaan media yang dinilai tidak independen serta cenderung menjadi corong kekuasaan. Menurutnya, praktik pemberitaan yang tidak berimbang, tendensius, dan menyerang individu maupun kelompok tertentu tanpa dasar yang kuat dapat merusak kepercayaan publik terhadap pers.
“Media yang berpihak demi kepentingan kapital semata dan menyerang pihak tertentu secara tendensius adalah bentuk kemunduran demokrasi. Kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab moral dan kepatuhan pada kode etik,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Nasruddin alias Nyak Dhien Gajah akan mengirimkan surat resmi kepada Dewan Pers guna meminta evaluasi terhadap media-media yang diduga tidak independen dan tidak menjalankan prinsip profesionalisme.
Ia menegaskan bahwa kritik ini bukan untuk membungkam kebebasan pers, melainkan untuk menjaga marwah jurnalistik agar tetap menjadi instrumen pencerdasan publik, bukan alat kepentingan sempit.
“Kami mendukung kebebasan pers. Namun kebebasan itu harus berjalan seiring dengan integritas, independensi, dan etika,” tutupnya.



