“Demonstrasi yang belakangan ini marak terjadi, sebagian besar dipicu oleh sikap anggota dewan yang merendahkan rakyat, bahkan tidak menghargai aspirasi yang datang dari masyarakat bawah,” tegas Ketua Umum PPA“
ASAKITA.NEWS | BANDA ACEH – Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA) menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi politik dan sosial yang kian memanas di Indonesia. Menurutnya, rakyat kini mulai kehilangan kepercayaan terhadap wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan kepentingan masyarakat, namun justru lebih mementingkan kepentingan pribadi.
Dalam pertemuan di Kantor PPA, Ketua Umum menegaskan bahwa wakil rakyat yang diamanahkan melalui pemilu seharusnya membawa aspirasi rakyat dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Namun kenyataan saat ini berbeda. Banyak wakil rakyat yang justru mempertontonkan kemewahan, bersikap arogan, dan tidak empati terhadap kritik yang disampaikan masyarakat.
“Demonstrasi yang belakangan ini marak terjadi, sebagian besar dipicu oleh sikap anggota dewan yang merendahkan rakyat, bahkan tidak menghargai aspirasi yang datang dari masyarakat bawah,” tegas Ketua Umum PPA.
Ia mengingatkan bahwa fenomena ini bisa saja terjadi di berbagai provinsi, termasuk di Aceh, jika wakil-wakil rakyat yang terpilih tidak amanah dalam menjalankan tugasnya. Baik dalam penyusunan program kerja yang tidak berpihak kepada rakyat, maupun dalam pengambilan kebijakan yang bertolak belakang dengan janji kampanye mereka.
Tugas DPR sejatinya sudah sangat jelas, yakni menyusun undang-undang, membentuk peraturan daerah, serta membahas dan mengesahkan anggaran belanja. Jika hal ini tidak dijalankan dengan baik, rakyat memiliki hak untuk menuntut. Mekanisme itu bahkan diatur dan dilindungi oleh hukum, mulai dari penggunaan hak interpelasi, hak angket, hingga menyampaikan pendapat melalui demonstrasi damai.
Karena itu, Ketua PPA menegaskan bahwa anggota dewan wajib berhati-hati dalam bersikap. “Jangan sampai wakil rakyat kehilangan rasa amanah. Jangan sombong, apalagi tidak menghargai aspirasi rakyat. Ingat, rakyat adalah bos sesungguhnya. Anggota dewan hanyalah wakil untuk menjalankan kepentingan rakyat,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia juga menyinggung kondisi ekonomi yang saat ini tengah sulit. Menurutnya, wakil rakyat harus lebih bijaksana dalam mengelola pemerintahan, sekaligus mampu menyelesaikan masalah dengan arif. Rakyat membutuhkan wakil yang memiliki jiwa kenegarawanan, visi jauh ke depan, dan kesetiaan penuh kepada rakyat serta negara.
Lebih jauh, Ketua PPA menyebutkan bahwa gelombang kemarahan publik di sejumlah daerah saat ini tidak lepas dari berbagai persoalan nasional. Mulai dari beban pajak yang semakin berat, gaji wakil rakyat yang dinilai melambung tinggi, kasus korupsi yang merajalela, hingga peristiwa tragis kematian driver ojek online Affan Kurniawan. Semua ini, katanya, telah melahirkan akumulasi kekecewaan di tengah masyarakat.
“Harapan kita, di Aceh situasi seperti itu bisa dicegah dengan saling menjaga. PPA juga akan berkomitmen membenahi diri dalam mengusung calon wakil rakyat ke depan. Kita akan memilih sosok yang amanah, berempati pada masalah rakyat, bijaksana, dan setia kepada rakyat,” pungkas Ketua Umum PPA.