Bireuen – Asakita.News – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Bireuen, Abdul Hamid, menjadi pembina upacara bendera di SMKN 1 Bireuen, Senin (17/11/2025).
Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa sekolah adalah tempat utama untuk menuntut ilmu serta membentuk karakter, bukan hanya ruang belajar semata.
Abdul Hamid menjelaskan bahwa proses pendidikan sudah dimulai sejak siswa memasuki pintu gerbang sekolah.
Ia mencontohkan bagaimana satpam kerap membenahi kerapian seragam siswa sebelum mengizinkan mereka masuk.
“Itu sudah bagian dari pembelajaran. Sekolah mengajarkan kedisiplinan sejak langkah pertama kalian di gerbang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya etika dan sopan santun dalam pergaulan di lingkungan sekolah.
Mulai dari cara menyapa teman, menghormati guru, hingga menjaga perilaku di lingkungan sekolah.
Menurutnya, semua hal kecil yang dilakukan di sekolah merupakan rangkaian pendidikan yang kelak menjadi bekal berharga bagi kehidupan siswa.
“Di kelas, guru memberikan kalian ilmu pengetahuan dan kebaikan. Semuanya adalah bagian dari pendidikan untuk masa depan kalian.
Tinggal bagaimana kalian mengamalkan semua itu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Abdul Hamid meminta para siswa untuk saling menjaga, saling mengingatkan, serta tidak membiarkan perilaku negatif berkembang di antara sesama.
Ia mengimbau siswa agar menegur teman dengan cara yang santun apabila melihat perilaku kurang baik.
“Bila ada teman yang berperilaku kurang sopan atau terlihat aneh, silakan tegur dengan baik. Bila tetap berperilaku tidak sesuai, laporkan kepada guru.
Lakukan tahapan itu di lingkungan sekolah. Jangan pernah saling menghakimi, karena itu akan menjadi preseden buruk bagi sekolah ini,” tegasnya.
Upacara berlangsung dengan khidmat, dan pesan-pesan Kacabdin Bireuen tersebut disambut antusias oleh seluruh warga sekolah.
Kepala sekolah M.Yusuf berharap nasihat tersebut dapat memperkuat budaya disiplin dan saling menghormati di SMKN 1 Bireuen.


