BIREUEN – Hari pertama masuk sekolah pascabanjir dimanfaatkan Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., untuk meninjau langsung kesiapan proses belajar mengajar (PBM) di SMAN 1 Peusangan, Senin, 5/1/2026.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Hamid melihat secara langsung sejumlah ruang kelas yang telah dibersihkan dan dinyatakan layak digunakan untuk belajar. Meski demikian, ia masih menemukan beberapa sudut sekolah yang belum sepenuhnya bersih dari sisa lumpur banjir.
“Kita masih berjibaku dengan lumpur minggu ini,” ujar Abdul Hamid di hadapan siswa. Karena kondisi darurat, ia juga membolehkan siswa tidak mengenakan seragam sekolah selama masa pemulihan.
Kacabdin meminta seluruh warga sekolah, baik guru maupun siswa, untuk bersama-sama membantu membersihkan area yang belum tertangani agar kegiatan belajar dapat berjalan lebih nyaman.
Kepala SMAN 1 Peusangan, Idialita, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Kacabdin Bireuen. Menurutnya, Abdul Hamid bukan sekadar datang meninjau, tetapi juga turun langsung membantu membersihkan lingkungan sekolah.
“Beliau bukan hanya datang melihat, tetapi ikut bekerja membersihkan sekolah kami. Hari ini Pak Kacab sudah melihat sendiri antusiasme siswa untuk hadir ke sekolah, dan ruang kelas juga sudah bersih,” ujar Idialita.
Namun demikian, Idialita juga menyampaikan keluhan terkait sarana belajar. Ia mengungkapkan bahwa sekolah mengalami kekurangan meja dan kursi siswa,Jumlah meja siswa yang kami butuhkan 418 yang tersisa100. Meja guru tidak tersisa satupun, bahkan meja dan kursi guru tidak tersisa satu pun, sehingga guru terpaksa tidak dapat berkantor dengan normal.
Menanggapi hal tersebut, Abdul Hamid menyatakan komitmennya untuk segera mencari solusi.
“Minggu ini saya akan mencari meja dan kursi yang berlebih dari sekolah lain, dan akan kita pasok ke sekolah-sekolah yang terdampak banjir,” tegasnya.
Ia menutup kunjungan dengan harapan besar agar proses belajar tetap berlangsung demi masa depan siswa.
“Kita berharap siswa bisa terus belajar. Apa pun akan kita lakukan demi mereka,” tutup Abdul Hamid saat berada di dalam kelas bersama para siswa.


