ASAKITA.NEWS | ACEH TAMIANG – Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Dinas Pendidikan Aceh, Dahlawi, turun langsung memantau pelaksanaan Program Seumegleh Sikula Gelombang II di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (3 Januari 2026).
Program ini menjadi gerakan gotong royong besar dunia pendidikan Aceh untuk memulihkan sekolah-sekolah terdampak banjir bandang.
Pada gelombang kedua ini, sekitar 500 personel Dinas Pendidikan Aceh dikerahkan dan diperkuat oleh 23 Cabang Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Fokus kegiatan diarahkan pada sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan dan genangan lumpur cukup parah.
Dahlawi tampak meninjau langsung proses pembersihan di SMA Swasta Al Washliyah Kota Kuala Simpang, salah satu sekolah dengan kondisi terberat.
Lumpur tebal masih menutupi area sekolah, sementara genangan air bercampur lumpur menyulitkan proses pembersihan dan berpotensi mengganggu permukiman warga sekitar.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamudin, melalui Kabid Sarpras Dahlawi, menyampaikan apresiasi kepada cabdin yang hadir membantu secara langsung di lapangan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kacabdin Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Barat Daya yang telah membawa personel dan terlibat langsung dalam pembersihan sekolah ini,” ujar Dahlawi.
Menurut Dahlawi, persoalan utama di lokasi adalah saluran drainase yang tersumbat, sehingga air bercampur lumpur sulit dikeluarkan dari lingkungan sekolah.
“Jika drainase tidak ditangani terlebih dahulu, sekolah akan sulit bersih secara maksimal. Selain itu, pembuangan air juga harus hati-hati karena bisa berdampak ke rumah warga di sekitar sekolah,” jelasnya.
Meski demikian, pembersihan tetap berjalan sembari dilakukan koordinasi lintas instansi untuk penanganan drainase.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar drainase segera ditangani. Namun pembersihan sekolah tetap kita lakukan agar ruang-ruang belajar bisa segera digunakan,” kata Dahlawi, didampingi Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Abdul Hamid.
Program Seumegleh Sikula menjadi simbol kuat solidaritas dan kepedulian dunia pendidikan Aceh. Melalui kolaborasi Disdik Aceh, cabdin kabupaten/kota, serta unsur TNI, pemerintah berharap pemulihan sarana pendidikan di Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan berkelanjutan.


