BIREUEN – asakita.news, – Kepedulian alumni lintas daerah terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan oleh Alumni Kelas 3B2 SMAN 3 Bandung Angkatan 1975 (GABEA SMANTI’75).
Melalui program sedekah jariyah, para alumni menyumbangkan 113 batang pohon durian unggulan untuk ditanam di lingkungan SMKN 1 Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Sebanyak 113 pohon durian tersebut terdiri dari beberapa varietas bernilai ekonomi tinggi, yakni Durian Bawor sebanyak 24 batang, Musangking 42 batang, Tembaga 21 batang, dan Duri Hitam 26 batang.

Seluruh bibit durian ini direncanakan akan ditanam secara khusus di area SMKN 1 Simpang Mamplam sebagai investasi jangka panjang bagi sekolah.
Program sedekah jariyah ini digagas oleh para alumni GABEA SMAN 3 Bandung angkatan 1975, yang hingga kini tetap solid dan aktif dalam kegiatan sosial serta pendidikan.
Gerakan ini dimotori langsung oleh ketua kelas 3B2 angkatan 1975, Kang Denny Poernawarman yang berprofesi sebagai dokter spesialis THT. Ia didampingi Kang Deddy Hermadi, mantan guru SMK, mantan kepala SMK, sekaligus mantan pengawas SMK di Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, peran penting juga dimainkan oleh Kang Djajat Suhardja, seorang pengusaha dan praktisi pecinta lingkungan yang turut memberikan kontribusi dalam pemilihan varietas unggulan, serta Ibu Waty Sjachra yang dipercaya sebagai bendahara grup alumni GABEA SMANTI’75 Bandung.
Menurut keterangan alumni, pemilihan tanaman durian bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, durian juga dinilai cocok dengan kondisi lahan dan iklim di Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen.
Ke depan, hasil dari pohon durian tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan sekolah, mendukung praktik kewirausahaan siswa, serta memperkuat kemandirian SMKN 1 Simpang Mamplam.
Kesepakatan untuk menyalurkan sedekah jariyah ini terjalin setelah adanya komunikasi intensif dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Aceh Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid. Melalui koordinasi tersebut, SMKN 1 Simpang Mamplam dipilih sebagai lokasi penanaman karena dinilai memiliki lahan yang memadai serta komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan berbasis kewirausahaan.
Abdul Hamid menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian alumni GABEA SMAN 3 Bandung angkatan 1975 terhadap pendidikan di Aceh. Menurutnya, sumbangan ini bukan hanya bernilai material, tetapi juga menjadi contoh nyata kolaborasi lintas daerah dalam membangun pendidikan yang berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan dan masa depan. Sedekah jariyah seperti ini akan terus mengalir pahalanya dan manfaatnya bisa dirasakan oleh siswa, guru, dan sekolah dalam jangka panjang,” ujarnya.
Sebagai bentuk penguatan kerja sama, para alumni GABEA SMANTI’75 Bandung juga dijadwalkan akan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamudin, S.Pd., MSP. Agenda penandatanganan MoU tersebut direncanakan berlangsung pada 11 Februari 2026 di Banda Aceh.
MoU ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama lanjutan, tidak hanya dalam bentuk bantuan sarana, tetapi juga dukungan pengembangan kompetensi siswa SMK, kewirausahaan, serta penguatan _link and match_ dunia pendidikan dengan dunia usaha.
Melalui zoom meeting tadi malam hadir Kabid Sarpras Dahlawi, PLH kepala SMKN 1 Simpang Mamplam Dr. Azhari, ST. MT dan ketua MKKS SMK Bireuen Dr. Fadli, MM. Pihak alumni GABEA SMANTI’75 Bandung hadir kang Denny, kang Deddy, kang Djadjat, dan ibu Waty; dimana kang Deddy sebagai host nya.
Langkah yang dilakukan alumni GABEA SMAN 3 Bandung angkatan 1975 ini mendapat respons positif dari berbagai pihak. Program sedekah jariyah berupa penanaman durian unggulan dinilai sejalan dengan semangat pendidikan vokasi yang mendorong kemandirian sekolah dan pembelajaran berbasis praktik nyata.
Dengan adanya 113 pohon durian unggulan ini, SMKN 1 Simpang Mamplam diharapkan kelak tidak hanya menjadi pusat pendidikan kejuruan, tetapi juga menjadi contoh sekolah produktif yang mampu mengelola aset alam untuk kesejahteraan bersama.



