Asakita.news | PIDIE JAYA – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, S.H., M.Hum., memimpin langsung pelatihan serta memberikan arahan strategis kepada tim relawan dalam program dukungan psikososial bagi guru dan siswa terdampak banjir dan longsor di SMA Unggul Pidie Jaya, Meureudu, Selasa (13/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerak cepat Muhammadiyah untuk membantu pemulihan mental masyarakat pascabencana di Pidie dan Pidie Jaya.
Acara tersebut turut dihadiri Asisten I Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Said Abdullah, S.H., M.K.M., yang menyambut positif langkah cepat Muhammadiyah. Malik Musa menegaskan bahwa hadirnya PWM Aceh di lokasi bencana merupakan bentuk semangat baru untuk dunia pendidikan di Pidie Jaya.
Ia menilai pendampingan psikososial menjadi kebutuhan mendesak agar trauma yang dialami siswa dapat tertangani secara tepat dan manusiawi.
Pada hari yang sama, PWM Aceh juga melepas Tim Psikososial KAWANMU MPKS PP Muhammadiyah menuju lokasi terdampak bencana. Prosesi pelepasan dilakukan di Banda Aceh, dihadiri Malik Musa bersama Ketua MPKS PWM Aceh, Drs. H. Jupri Mahmud, serta perwakilan KAWANMU pusat, Faliq Mubarok, S.I.P. Dalam arahannya, Malik Musa memberikan penekanan khusus tentang kode etik relawan, mengingatkan agar relawan selalu menjunjung akhlak dan menghormati kearifan lokal masyarakat Aceh.
“Kehadiran kita di Pidie Jaya harus menjadi solusi sosial, bukan menambah beban penyintas. Jaga marwah Muhammadiyah, tampil sebagai relawan yang menggembirakan. Hindari isu khilafiyah, fokus pada aksi kemanusiaan,” tegas Malik Musa di hadapan para relawan.
Arahan tersebut menjadi pedoman penting bagi tim KAWANMU dalam menjalankan misi kemanusiaan di lapangan.
Sebanyak 10 relawan terlatih akan ditempatkan pada empat pos layanan utama di Pidie dan Pidie Jaya, dengan pusat koordinasi di Pidie Jaya. Penempatan ini dirancang agar pendampingan psikososial dapat menjangkau anak-anak, lansia, dan warga rentan di titik-titik pengungsian.
Tim Asistensi KAWANMU Aceh, Faliq Mubarok, menegaskan bahwa relawan hadir membawa semangat ta’awun dan komitmen penuh menjalankan instruksi pimpinan pusat dan wilayah.
Pemberangkatan tim psikososial Muhammadiyah ke Pidie Jaya ini berjalan serentak dengan pergerakan tim lain di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menunjukkan bahwa gerak KAWANMU kini bersifat nasional dan terkoordinasi satu komando.
Dengan arahan kuat dari Malik Musa dan dukungan struktur MPKS PWM Aceh, gerakan kemanusiaan Muhammadiyah di Aceh terus menunjukkan ketangguhan, kecepatan, dan ketulusan dalam merespons bencana.[Admin]


