ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Rabu, September 9, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Nasional

PT PEMA Buka Suara Soal Temuan BPK, Mawardi Nur: Kami Sedang Benahi Warisan Persoalan Lama

Admin by Admin
Juli 3, 2026 | 08 : 45
in Nasional
0
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asakita.News | BANDA ACEH – PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait pemberitaan mengenai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang belakangan menjadi perhatian publik. Melalui klarifikasi tersebut, manajemen menegaskan bahwa substansi temuan BPK merupakan hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan perusahaan pada tahun buku sebelumnya, sebelum kepemimpinan Direktur Utama Mawardi Nur menjabat.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menyampaikan bahwa perusahaan menghargai perhatian berbagai pihak, termasuk media massa, terhadap perkembangan tata kelola perusahaan. Menurutnya, kritik, pengawasan, dan masukan publik merupakan bagian penting dalam membangun perusahaan daerah yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“PT PEMA tidak pernah menutup-nutupi hasil pemeriksaan BPK. Justru seluruh rekomendasi yang disampaikan kami jadikan sebagai agenda prioritas dalam melakukan reformasi tata kelola perusahaan secara menyeluruh,” ujar Mawardi.

Ia menegaskan, LHP BPK harus dipahami sebagai instrumen evaluasi untuk memperbaiki tata kelola perusahaan, bukan dimaknai sebagai gambaran terhadap seluruh kebijakan yang dijalankan oleh manajemen saat ini. Karena itu, perusahaan menilai publik perlu melihat persoalan tersebut secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

ADVERTISEMENT

Mawardi juga menanggapi sejumlah pemberitaan yang menggunakan istilah seperti “rapor merah”, “gimmick laba”, maupun berbagai narasi lain yang dinilai dapat membentuk persepsi seolah-olah seluruh kondisi tersebut merupakan hasil kebijakan manajemen saat ini. Menurutnya, istilah-istilah tersebut merupakan interpretasi redaksional media dan bukan merupakan kesimpulan resmi dalam LHP BPK.

“Yang perlu dipahami, laporan BPK adalah alat evaluasi. Kami menerima seluruh rekomendasi tersebut dan menjadikannya sebagai dasar untuk membangun PT PEMA yang lebih sehat dan profesional,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan melakukan pembenahan, PT PEMA telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh anak perusahaan maupun Kerja Sama Operasi (KSO). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap investasi memiliki kelayakan ekonomi, memberikan manfaat bagi perusahaan, sekaligus meminimalkan potensi kerugian di masa mendatang.

Dalam penanganan KSO PEMA JRG, perusahaan memilih menempuh jalur hukum. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah PT PEMA memperoleh putusan pengadilan yang menguatkan posisi hukum perusahaan. Saat ini, proses akuisisi aset sedang dijalankan sebagai bagian dari strategi pemulihan investasi dan pengembalian nilai penyertaan modal.

Sementara itu, terhadap KSO PEMA LAMI dan KSO Tridaya Pasifik, perusahaan telah melaksanakan audit, evaluasi investasi, serta langkah-langkah penyelesaian untuk mempercepat pengembalian modal kerja perusahaan. Bahkan dalam salah satu kerja sama tersebut ditemukan adanya indikasi conflict of interest yang kini sedang diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

ADVERTISEMENT

Pada sektor investasi strategis, PT PEMA juga melakukan evaluasi terhadap Proyek Revitalisasi Tangki Kondensat F-6104 yang telah berjalan sejak periode sebelumnya. Manajemen saat ini memilih untuk tidak langsung melanjutkan proyek tersebut, melainkan melakukan kajian ulang secara komprehensif terhadap aspek teknis, keekonomian, model bisnis, skema pembiayaan, hingga peluang kerja sama dengan mitra strategis agar investasi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan.

Tidak hanya itu, perusahaan juga tengah melaksanakan audit khusus terhadap sejumlah investasi dan anak perusahaan yang memiliki catatan permasalahan. Audit tersebut bertujuan mengidentifikasi aset yang masih dapat dipulihkan, memastikan pertanggungjawaban pengelolaan dana, sekaligus mengoptimalkan pengembalian modal perusahaan.

Pembenahan juga dilakukan pada sistem pelaporan keuangan. PT PEMA telah menyempurnakan kebijakan akuntansi agar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Langkah tersebut diambil untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan, memperkuat transparansi, serta memastikan prinsip kehati-hatian diterapkan dalam setiap proses pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan.

Di bidang sumber daya manusia, reformasi juga terus berjalan. PT PEMA sedang menyusun analisis kebutuhan organisasi, memperkuat sistem penilaian kinerja yang objektif, menyempurnakan pedoman remunerasi, serta mengevaluasi berbagai kebijakan internal agar selaras dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Menurut Mawardi, transformasi perusahaan memang tidak dapat diselesaikan secara instan. Namun seluruh rekomendasi BPK telah ditindaklanjuti secara bertahap melalui rencana aksi yang terukur sebagai bagian dari agenda besar reformasi perusahaan.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama pembenahan bukan sekadar menyelesaikan temuan pemeriksaan, melainkan membangun fondasi perusahaan yang lebih kuat melalui penguatan tata kelola, peningkatan efektivitas investasi, pengendalian internal yang lebih baik, serta memastikan setiap penyertaan modal Pemerintah Aceh benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain fokus menyelesaikan berbagai persoalan yang diwarisi dari periode sebelumnya, PT PEMA juga mulai menunjukkan kinerja positif melalui penguatan tata kelola perusahaan, penataan organisasi, penyempurnaan SOP, penguatan pengawasan internal, serta keberhasilan membuka pasar ekspor bagi komoditas unggulan Aceh. Salah satu capaian penting adalah keberhasilan melakukan ekspor perdana 19 ton Kopi Arabika Gayo ke Amerika Serikat serta persiapan ekspor tahap berikutnya sebagai bagian dari strategi memperluas pasar internasional.

Menutup keterangannya, Mawardi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat proses transformasi PT PEMA secara objektif dan berimbang. Menurutnya, dukungan, kritik yang konstruktif, serta pengawasan publik merupakan energi positif yang akan mempercepat lahirnya PT PEMA sebagai BUMD yang profesional, sehat, berdaya saing, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi Aceh.

64
Previous Post

Bunda Salma Tegas Bersama Mahasiswa IPMB: Selamatkan Beutong Ateuh, Jangan Korbankan Alam Aceh

Next Post

Peran Strategis Dirintelkam Polda Aceh dalam Menjaga Stabilitas Daerah

Admin

Admin

Next Post
Peran Strategis Dirintelkam Polda Aceh dalam Menjaga Stabilitas Daerah

Peran Strategis Dirintelkam Polda Aceh dalam Menjaga Stabilitas Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In