• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Kamis, November 5, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
Home Aceh

Bhayangkara Fest 2026 Jadi Ajang Kebersamaan Polri dan Masyarakat Aceh

Admin by Admin
Juni 18, 2026 | 14 : 24
in Aceh
0
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asakita.News | BANDA ACEH – Syahril, Tokoh Masyarakat Tamiang mengajak masyarakat menyukseskan Bhayangkara Fest 2026 yang digelar Polda Aceh pada 19–22 Juni di Lapangan Merah, Banda Aceh. Festival dalam rangka HUT Bhayangkara itu menghadirkan kajian Islam bersama Ustaz Adi Hidayat, hiburan musik, serta berbagai perlombaan sebagai sarana mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat Aceh.

“Mari bersama-sama memeriahkan Bhayangkara Fest 2026 sebagai ajang kebersamaan, hiburan, edukasi, dan silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” katanya. (Kamis, 18/06/2026)

Terkait polemik yang muncul menjelang pelaksanaan acara, Syahril menilai keberatan terhadap kegiatan tersebut semestinya disampaikan sejak tahap perencanaan, bukan ketika acara telah mendekati pelaksanaan.

“Jika memang ada keberatan, seharusnya disampaikan sejak awal. Jangan ketika acara sudah siap dilaksanakan baru muncul penolakan. Ini penting agar diskusi bisa berjalan lebih sehat dan konstruktif,” ujarnya.

Tokoh Tamiang Syahril menilai Kepolisian Daerah (Polda) Aceh tentu memahami aturan serta nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh, sehingga tidak mungkin mengabaikan aspek tersebut dalam penyelenggaraan kegiatan.

“Polisi tentu paham aturan di Aceh. Saya yakin Polri, khususnya Polda Aceh, tetap menjunjung tinggi syariat Islam dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan,” katanya.

Menurut Syahril, komitmen tersebut juga tercermin dari upaya panitia menjaga pelaksanaan Bhayangkara Fest 2026 agar tetap sesuai norma yang berlaku, termasuk dengan melakukan pemisahan area antara laki-laki dan perempuan guna menjaga ketertiban serta nilai-nilai syariat.

Selain sebagai sarana hiburan, Syahril menilai kegiatan tersebut memiliki dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Acara seperti ini bukan sekadar hiburan. Ada dampak ekonomi yang nyata. Pedagang kecil, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Penyelenggaraan Bhayangkara Fest 2026 di lingkungan Polda Aceh juga dinilai dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat.

“Kita melihat Polda Aceh hadir sebagai institusi yang ramah, dekat dengan masyarakat, dan tidak selalu dipandang dengan rasa takut. Karena itu, kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Markas Polda Aceh,” ujarnya.

Syahril menilai kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan sebelumnya berjalan dengan baik dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Karena itu, alasan penolakan yang muncul dinilai terkesan selektif terhadap kegiatan tertentu.

“Kenapa harus pilih-pilih? Jika yang dipersoalkan adalah potensi pelanggaran syariat, maka semua bentuk kegiatan publik semestinya dinilai dengan standar yang sama,” katanya.

Lebih lanjut, Syahril mengingatkan bahwa rangkaian Bhayangkara Fest 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga kegiatan bernuansa religius, termasuk ceramah agama yang menghadirkan Ustaz Adi Hidayat.

“Di dalam rangkaian acara juga ada ceramah agama. Ini menunjukkan kegiatan tersebut tidak semata soal hiburan, tetapi juga memiliki unsur edukasi dan dakwah,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Syahril menegaskan bahwa Polri sangat menghormati ulama Aceh dan berharap perbedaan pandangan terkait polemik tersebut dapat diselesaikan melalui dialog yang sehat.

“Saya percaya Polri sangat menghormati ulama Aceh. Karena itu, mari selesaikan perbedaan pandangan ini melalui dialog yang sehat, saling menghormati, dan tetap menjaga persatuan masyarakat Aceh,” pungkasnya.

132
Previous Post

Akademisi Muda: Bhayangkara Fest 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Polri dan Masyarakat Aceh

Next Post

Bhayangkara Fest 2026 Jadi Ajang Kebersamaan Polri dan Masyarakat Aceh

Admin

Admin

Next Post

Bhayangkara Fest 2026 Jadi Ajang Kebersamaan Polri dan Masyarakat Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In