ASAKITA.NEWS | SIGLI – Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli resmi melantik para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan kampus tersebut untuk masa jabatan 2026–2030, Senin (15/6/2026). Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola akademik sekaligus menandai dimulainya era baru pasca restrukturisasi fakultas di Universitas Jabal Ghafur.
Sebelumnya, Unigha memiliki enam fakultas, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Melalui penataan kelembagaan yang dilakukan universitas, keenam fakultas tersebut kini disederhanakan menjadi tiga fakultas yang lebih terintegrasi.
Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Administrasi digabung menjadi Fakultas Hukum, Ilmu Administrasi dan Ekonomi. Sementara Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian dilebur menjadi Fakultas Teknik dan Sains. Adapun Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tetap berdiri sebagai fakultas tersendiri.
Langkah restrukturisasi tersebut dilakukan sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas tata kelola, memperkuat koordinasi antarprogram studi, serta menghadirkan sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan dunia kerja.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Jabal Ghafur, Dr. Heri Fajri, M.Pd., mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat rasa memiliki terhadap kampus serta membangun semangat kebersamaan dalam memajukan universitas.
Ia mengangkat filosofi “Rumahku adalah Surgaku” sebagai semangat bersama dalam menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, harmonis, dan membahagiakan bagi seluruh warga universitas.
“Universitas Jabal Ghafur harus menjadi rumah bersama bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh unsur yang ada di dalamnya. Kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang untuk berkarya, berkolaborasi, bertumbuh, dan mengabdi kepada masyarakat,” ujar Heri Fajri.
Menurutnya, kemajuan kampus tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh terciptanya hubungan yang harmonis, komunikasi yang terbuka, serta komitmen bersama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur, T. Yasman Saputra, S.H., M.H., menegaskan bahwa pelantikan Dekan dan Wakil Dekan merupakan bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas universitas.
Ia berharap para pimpinan fakultas yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, loyalitas, dan komitmen terhadap kemajuan institusi.
“Jabatan yang diberikan harus dipahami sebagai amanah yang dijalankan secara profesional dan berorientasi pada kemajuan universitas serta peningkatan pelayanan akademik,” kata Yasman Saputra.
Menurutnya, para Dekan dan Wakil Dekan harus mampu menjadi motor penggerak dalam membangun budaya kerja yang profesional, memperkuat koordinasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Dalam pelantikan tersebut, Muhammad Saiful, M.Pd., dipercaya memimpin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebagai Dekan, didampingi Dr. Halik, S.S., M.Si., sebagai Wakil Dekan. Keduanya diharapkan mampu memperkuat mutu pendidikan, meningkatkan kualitas lulusan, serta mengembangkan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Untuk Fakultas Hukum, Ilmu Administrasi dan Ekonomi, jabatan Dekan diemban oleh Zulkifli, S.E., M.M., dengan Al Muttaqien, S.H., M.H., sebagai Wakil Dekan. Fakultas hasil penggabungan tiga bidang keilmuan tersebut diharapkan mampu membangun sinergi yang lebih kuat dalam pengembangan hukum, administrasi, ekonomi, dan bisnis.
Sementara itu, Fakultas Teknik dan Sains dipimpin oleh Husaini, S.T., M.Kom., sebagai Dekan dan Dr. Ir. Bukhari, M.P., sebagai Wakil Dekan. Kepemimpinan baru ini diharapkan dapat mengintegrasikan pengembangan ilmu teknik, teknologi, pertanian, dan sains guna mendorong inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Pelantikan pimpinan fakultas periode 2026–2030 ini menjadi momentum penting bagi Universitas Jabal Ghafur untuk memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mempercepat transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi yang lebih maju, adaptif, dan berdaya saing.


