ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Juni 13, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Nasional

Safrizal ZA Dianugerahi Garda Kemanusiaan JMSI Aceh

Admin by Admin
Juni 13, 2026 | 18 : 38
in Nasional
0
Safrizal ZA Dianugerahi Garda Kemanusiaan JMSI Aceh
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asakita.News | BANDA ACEH – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri sekaligus mantan Pj Gubernur Aceh, Dr. Safrizal ZA, dianugerahi penghargaan bergengsi Garda Kemanusiaan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh.

Apresiasi tersebut diserahkan dalam Malam Apresiasi JMSI Aceh yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Daerah JMSI Aceh periode 2025–2030 di Ayani Hotel, Banda Aceh, Jumat (11/6/2026) malam.

Ketua JMSI Aceh, Hendro Saky, menegaskan penghargaan ini diberikan melalui proses kurasi ketat. Safrizal dinilai memiliki kontribusi besar dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi dahsyat yang melanda Aceh pada akhir November 2025.

Safrizal menekankan bahwa penghargaan ini bukan pencapaian personal, melainkan buah dari dedikasi kolektif.

“Penghargaan ini tentu merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras dan dedikasi, bukan hanya saya pribadi, tetapi seluruh pihak yang tanpa lelah bekerja,” ujar Safrizal

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ia menegaskan penanggulangan bencana di era modern tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan dengan pendekatan pentahelix: kolaborasi pemerintah, media, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.

Secara filosofis, Safrizal juga mengingatkan agar penghargaan ini tidak dimaknai sebagai ajang pamer kesuksesan individu. Ia menolak istilah “monos-arete” – keunggulan individual – dalam konteks penanggulangan bencana.

“Semoga penghargaan ini dimaknai sebagai representasi kolaboratif dan bukan ‘monos-arete’. Penanganan bencana adalah kerja kolaboratif,” tegasnya.

Malam apresiasi turut dihadiri jajaran Korem, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), tokoh publik, serta dunia usaha. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi kemanusiaan di Tanah Rencong pascabencana hidrometeorologi berjalan solid dan berkelanjutan.

9
Previous Post

Suryadi Djamil: Aceh Kehilangan Tokoh Perdamaian dan Pembangunan, dr. Zaini Abdullah

Next Post

Diana Putri Amelia Jenguk Korban KMP Aceh Hebat 2, Desak Evaluasi Keselamatan Penyeberangan

Admin

Admin

Next Post
Diana Putri Amelia Jenguk Korban KMP Aceh Hebat 2, Desak Evaluasi Keselamatan Penyeberangan

Diana Putri Amelia Jenguk Korban KMP Aceh Hebat 2, Desak Evaluasi Keselamatan Penyeberangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In