Oleh: Oktavia Sigalingging
Pertama kali saya berjumpa dengan Bapak Abdul Hamid pada tahun 2023. Kesan pertama yang saya rasakan saat itu adalah sosok beliau yang ramah dan mudah akrab dengan siapa saja. Beliau adalah pribadi yang terbuka, hangat, dan mampu menciptakan suasana nyaman tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan. Sikap beliau yang sederhana namun penuh perhatian membuat banyak orang merasa dihargai dan diterima dengan baik.
Selama memimpin di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen, banyak perubahan positif yang beliau hadirkan. Salah satu hal yang paling saya rasakan adalah perhatian beliau terhadap peningkatan kualitas guru. Pada masa perubahan kurikulum, beliau aktif mendorong berbagai pelatihan dan pengembangan kompetensi guru agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan pendidikan masa kini. Bagi beliau, seorang guru tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Beliau selalu menanamkan semangat belajar dan berkembang kepada para guru. Wejangan serta motivasi yang beliau berikan menjadi energi positif bagi kami untuk terus memperbaiki diri demi kemajuan pendidikan. Saya pribadi merasa sangat bersyukur pernah mendapatkan kepercayaan dan arahan langsung dari beliau. Banyak nilai kehidupan dan keteladanan yang saya pelajari, terutama tentang dedikasi, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Tidak hanya kepada guru, perhatian beliau kepada siswa juga sangat besar. Kedekatan beliau dengan peserta didik terlihat dari berbagai tindakan nyata yang dilakukan. Saya masih mengingat bagaimana beliau dengan penuh kepedulian memberikan bantuan berupa sepatu kepada siswa pada 2 Mei 2025 lali yang pernah viral sampai tayang di trans TV dan perlengkapan belajar kepada siswa-siswi kurang mampu. Bantuan tersebut bukan sekadar pemberian materi, tetapi juga bentuk kasih sayang dan perhatian seorang pemimpin kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan.
Kepedulian beliau juga terlihat ketika musibah bencana melanda pada bulan November tahun lalu. Di tengah kondisi sulit yang dialami masyarakat, beliau hadir memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban. Sikap tanggap dan rasa empati yang beliau tunjukkan menjadi bukti bahwa beliau bukan hanya seorang pemimpin birokrasi, tetapi juga sosok yang memiliki hati nurani dan rasa kemanusiaan yang tinggi.
Selama berada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen, saya merasakan semangat kebersamaan yang selalu terjaga. Beliau mampu membangun suasana kerja yang harmonis, penuh kekeluargaan, dan saling mendukung. Hal itu menjadi inspirasi besar bagi saya untuk terus berbenah diri dan memberikan kontribusi terbaik dalam dunia pendidikan.
Kini, meskipun beliau telah bertugas di instansi yang berbeda, harapan saya semoga silaturahmi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut. Sosok Bapak Abdul Hamid akan selalu menjadi teladan dalam pengabdian dan kepemimpinan.
Saya mendoakan semoga di tempat tugas yang baru, Bapak Abdul Hamid beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam setiap langkah pengabdian. Terima kasih atas semua kebaikan, perhatian, dan inspirasi yang telah Bapak berikan kepada kami. Bagi saya, Bapak bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga sosok yang meninggalkan jejak keteladanan yang akan selalu dikenang.
Penulis adalah Guru Kesenian di SMAN 1 Bireuen
