Oleh: Dr. Muhammad Aminullah, MA
Bagi sebuah lembaga pendidikan, arah kepemimpinan dari seorang pembuat kebijakan adalah kompas yang menentukan ke mana layar sekolah akan dikembangkan.
Dalam perjalanan saya memimpin SMA Swasta Muslimat Samalanga, ada satu sosok birokrat sekaligus pendidik sejati yang jejak manajemennya akan selalu kami pelajari dan jadikan model teladan.
Beliau adalah Mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kabupaten Bireuen, Bapak Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd.
Pertemuan pertama saya dengan beliau terjadi hampir tiga tahun yang lalu. Saat itu, melalui perantara kepala sekolah terdahulu yang telah purna tugas, saya diperkenalkan kepada Pak Hamid. Siapa sangka, momentum tersebut menjadi awal dari sebuah hubungan kerja dan emosional yang sangat dekat. Sejak hari itu, pintu komunikasi dengan beliau selalu terbuka lebar. Tidak ada sekat birokrasi yang kaku; yang ada hanyalah ruang diskusi yang hangat dan penuh solusi.
Menembus Batas Negeri dan Swasta
Salah satu kualitas paling langka yang kami temukan dalam diri Bapak Abdul Hamid adalah objektivitas dan keadilan dalam memandang institusi pendidikan. Di mata beliau, tidak ada anak tiri bernama “sekolah swasta” dan anak emas bernama “sekolah negeri.” Pandangan beliau murni, setara, dan adil.
Setiap kali memberikan arahan maupun merancang program-program penguatan sekolah, beliau memperlakukan kami dengan porsi dedikasi yang sama. Beliau selalu menekankan satu hal yang fundamental:
“Kepala sekolah harus mampu menjadi teladan utama (role model) yang baik bagi seluruh guru di sekolahnya.”
Pesan sederhana ini menjadi pengingat harian bagi kami untuk terus menjaga integritas di garda terdepan.
Sebagai pimpinan di SMA Swasta Muslimat Samalanga yang berbasis “boarding school”, saya secara khusus banyak menerima asupan gagasan segar dari beliau. Pak Hamid adalah sosok dengan segudang program inovatif yang benar-benar paham akar permasalahan pendidikan.
Beliau kerap menyarankan agar sekolah kami memperkuat aspek “personal” dan “institutional branding”. Di mata beliau, sekolah swasta berbasis asrama harus memiliki keunikan dan keunggulan yang kuat agar menjadi magnet kepercayaan bagi orang tua dalam menitipkan masa depan anak-anak mereka.
Kehadiran Seorang “Ayah” di Kala Badai
Kepemimpinan Pak Hamid bukan sekadar teori di atas kertas atau instruksi dari balik meja kerja yang nyaman. Beliau memimpin dengan hati. Ingatan kami masih sangat segar ketika wilayah Bireuen, khususnya Samalanga, dilanda musibah banjir bandang beberapa waktu lalu. Di tengah situasi yang sulit itu, di sela-sela kesibukannya, Bapak Abdul Hamid menyempatkan diri hadir langsung menerobos banjir dan lumpur untuk menjenguk kami.
Beliau datang membawa bantuan materiil. Namun bagi kami, nilai bantuan tersebut kalah jauh jika dibandingkan dengan arti kehadiran fisik beliau di tengah-tengah kami. Sore itu, melihat sosoknya berdiri bersama kami, rasanya bukan seperti melihat seorang pejabat dinas yang sedang meninjau lokasi bencana. Kehadiran beliau sore itu terasa seperti seorang ayah yang bergegas datang memeluk dan memastikan kondisi anak-anaknya yang sedang ditimpa musibah. Kehangatan emosional itulah yang menguatkan mental kami untuk bangkit kembali.
Doa Terbaik untuk Tempat Tugas yang Baru
Kini, roda organisasi dan restorasi birokrasi harus terus berputar. Mutasi jabatan adalah sebuah keniscayaan dalam dunia pemerintahan demi penyegaran dan penataan yang lebih baik. Kami sadar, kami tidak bisa menahan langkah tugas beliau.
Sebagai sahabat, mitra kerja, dan bawahannya yang telah banyak mereguk ilmu manajemen dari beliau, kami hanya bisa melepas kepergian Bapak Abdul Hamid dengan rasa hormat yang setinggi-tingginya dan untaian doa yang tulus.
Selamat bertugas di tempat yang baru, Bapak Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd. Terima kasih atas segala dedikasi, bimbingan, dan keteladanan yang telah ditanamkan di tanah Bireuen. Kami bermohon kepada Allah SWT, semoga setiap derap langkah, ide, dan pengabdian Bapak di tempat yang baru selalu berada dalam lindungan, berkah, dan ridha-Nya. Dedikasi Bapak akan selalu menjadi cerminan manajemen yang kami pelajari setiap saat.
Samalanga, 12 Mei 2026
Penulis.
Dr. Muhammad Aminullah, MA
Kepala SMA Swasta Muslimat Samalanga dan Dosen UIN Ar-Raniry

