ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Aceh

​Mitrapol Aceh Beri Warning Keras: Tutup Tambang Ilegal Di Aceh atau Kami Surati Presiden!

Admin by Admin
Mei 11, 2026 | 11 : 17
in Aceh
0
​Mitrapol Aceh Beri Warning Keras: Tutup Tambang Ilegal Di Aceh atau Kami Surati Presiden!
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

​Banda Aceh – Kepala Perwakilan (Kaperwil) Media Mitrapol Aceh, Teuku Indra Yoesdiansyah, melayangkan peringatan keras (warning) kepada seluruh pelaku tambang emas dan galian C ilegal di wilayah Aceh. Ia mendesak agar seluruh aktivitas yang melanggar Undang-Undang Minerba tersebut segera dihentikan total.

​Teuku Indra menegaskan bahwa bencana banjir dan tanah longsor yang menelan korban jiwa serta menghancurkan infrastruktur publik di Aceh baru-baru ini seharusnya menjadi cermin bagi semua pihak. Ia menyayangkan keserakahan oknum tertentu yang tetap beroperasi di atas penderitaan rakyat.

​”Bencana alam yang meluluhlantakkan Aceh belum cukup membuka pintu hati nurani mereka? Jangan sampai keserakahan ini terus mengorbankan masyarakat luas,” tegas Indra dalam keterangannya, Senin (11/5/2025).

ADVERTISEMENT

Kantongi Data Pemain dan Beking

Tidak sekadar gertakan, Teuku Indra mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam dan mengantongi data akurat terkait titik koordinat tambang ilegal, identitas para pelaku, hingga oknum yang diduga menjadi “payung” hukum atau beking di balik layar.

​”Kami sudah mencatat siapa pemainnya, siapa bekingnya, hingga berapa aliran dananya. Bahkan, titik-titik peredaran minyak ilegal yang menyuplai bahan bakar alat berat (excavator) di lokasi tambang pun sudah masuk dalam radar kami,” ungkapnya.

​Desak Ketegasan Aparat Penegak Hukum (APH)

Mitrapol Aceh meminta jajaran Polda Aceh untuk bertindak amanah dan tegas tanpa pandang bulu. Menurutnya, pemberantasan tambang ilegal adalah mandat undang-undang sekaligus atensi langsung dari Presiden Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

​Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersatu menjaga kelestarian alam dan tidak gentar menghadapi intimidasi oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
​Lapor Langsung ke Pusat
Sebagai langkah konkret, Teuku Indra menyatakan siap membawa persoalan ini ke tingkat nasional jika aktivitas ilegal tersebut masih berlanjut.

​”Saya akan segera menyurati Bapak Presiden, Panglima TNI, dan Kapolri jika ditemukan adanya masyarakat atau oknum aparat yang masih berani ‘bermain’. Jangan anggap ini sekadar gertak sambal. Wait and see,” pungkasnya dengan nada tegas.
Media Mitrapol sebagai salah satu fungsi kontrol di negeri ini juga membuka akses laporan masyarakat berbasis data akurat di nomor whats apps: 0813-6490-7444 dan identitas pelapor/narasumber kami jamin kerahasiaannya demi kepentingan penyelamatan lingkungan di Aceh dan sesuai Undang-Undang Pers.

16
Previous Post

JKA di Ujung Tanduk, Om Sur Desak Gubernur Aceh Ambil Langkah Tegas Selamatkan Kepercayaan Publik BANDA ACEH — Polemik terkait Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kembali memanas dan memicu kekhawatiran publik. Program yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat kecil untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis itu kini dinilai terancam akibat konflik berkepanjangan antara eksekutif dan legislatif di Aceh. Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau yang akrab disapa Om Sur, menilai kegaduhan seputar anggaran dan regulasi JKA telah berkembang menjadi konflik politik yang berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan Aceh. “Aceh kembali berada di persimpangan jalan yang genting. JKA yang selama ini menjadi harapan rakyat kecil justru berubah menjadi panggung kegaduhan politik. Rakyat kini bertanya-tanya apakah mereka masih bisa berobat dengan tenang ke depan,” kata Om Sur dalam keterangannya, Senin (11/5/2026). Menurutnya, persoalan yang terjadi saat ini bukan lagi sekadar perdebatan teknis terkait layanan kesehatan maupun pengelolaan anggaran, melainkan sudah mengarah pada konflik ego kekuasaan antara lembaga pemerintahan. Ia menyoroti memanasnya hubungan antara DPRA dan Pemerintah Aceh, terutama setelah muncul desakan pencabutan Pergub JKA yang dianggap bertentangan dengan qanun. Di sisi lain, ketidakhadiran Sekretaris Daerah Aceh dalam sejumlah rapat penting turut memicu kritik dan memperburuk komunikasi antar-lembaga. “Ketika legislatif dan eksekutif tidak lagi mampu duduk dalam satu meja dengan frekuensi yang sama, maka sesungguhnya mesin pemerintahan sedang mengalami ‘turun mesin’,” ujarnya. Om Sur menilai kondisi tersebut sudah masuk dalam kategori disfungsi birokrasi dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia bahkan mendesak Gubernur Aceh untuk mengambil langkah evaluasi menyeluruh demi menyelamatkan program JKA dan memulihkan kepercayaan masyarakat. “Gubernur Aceh harus berani mengambil langkah besar. Evaluasi total perlu dilakukan, termasuk membangun kembali komunikasi yang sehat antar-lembaga. Aceh membutuhkan penyegaran dan solusi, bukan ego yang terus dipertontonkan,” katanya. Ia menegaskan bahwa masyarakat Aceh tidak membutuhkan tontonan konflik politik berkepanjangan, melainkan kepastian bahwa layanan kesehatan melalui JKA tetap berjalan dengan baik. “Rakyat tidak peduli siapa yang paling hebat berdebat di media. Yang mereka butuhkan adalah JKA tetap aktif saat mereka sakit. Kesehatan masyarakat adalah hak dasar, bukan komoditas politik,” tegasnya. Om Sur berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan kembali fokus pada kepentingan rakyat, khususnya dalam menjamin keberlangsungan layanan kesehatan bagi masyarakat Aceh.

Next Post

Sidak RSUD Kota Langsa, Sekda Nasir: Bangun Komunikasi dan Edukasi Pasien

Admin

Admin

Next Post
Sidak RSUD Kota Langsa, Sekda Nasir: Bangun Komunikasi dan Edukasi Pasien

Sidak RSUD Kota Langsa, Sekda Nasir: Bangun Komunikasi dan Edukasi Pasien

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In