BANDA ACEH – Asakita.news, – Pusat Riset Atsiri (Atsiri Research Center/ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) resmi menerima penghargaan bergengsi “Collaboration Award 2026” dari Pemerintah Kota Banda Aceh.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam resepsi puncak perayaan Milad Kota Banda Aceh yang ke-821 di Arena Blang Padang, Rabu (22/04/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala ARC USK, Dr. Syaifullah Muhammad, S.T., M.Eng. Penyerahan ini menjadi salah satu momen krusial dalam rangkaian peringatan hari jadi kota tahun ini yang mengusung semangat kolaborasi dan kebangkitan ekonomi berbasis inovasi.
Dalam sambutannya, Walikota Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan apresiasi mendalam kepada ARC USK atas dedikasinya memperkuat posisi Banda Aceh di kancah internasional. ARC dinilai menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi “Banda Aceh Kota Parfum Indonesia” serta mempererat hubungan Sister City antara Banda Aceh dengan Kota Grasse, Prancis—pusat parfum dunia.
”Bersama Dr. Syaifullah dari ARC USK, kita telah membuat riset dan inovasi nilam serta roadmap Banda Aceh Kota Parfum secara berkelanjutan” Jelas Illiza.
“Sinergi ini merupakan bukti nyata bagaimana akademisi dan pemerintah bisa berjalan beriringan untuk kemajuan daerah,” ujar Illiza lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala ARC USK, Syaifullah Muhammad, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen seluruh tim riset dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
”Award ini adalah apresiasi untuk kerja keras, cerdas, dengan penuh keyakinan dari semua tim ARC USK” urai Syaifullah.
“Terima kasih untuk tim ARC yang terus konsisten terhadap implementasi iptek dan inovasi dalam berbagai program kerakyatan ARC,” tutup Syaifullah, usai menerima penghargaan.
Peringatan Milad Kota Banda Aceh yang ke-821 tahun 2026 ini berlangsung meriah dengan pusat kegiatan di Lapangan Blang Padang. Mengusung tema kemajuan dan pelestarian budaya, acara ini dimeriahkan dengan berbagai festival seni, pameran UMKM, produk turunan nilam, serta malam panggung hiburan rakyat.
Usia 821 tahun menandai kematangan Banda Aceh sebagai kota bersejarah yang kini bertransformasi menjadi pusat inovasi di ujung barat Indonesia.
Melalui program “Banda Aceh Kota Parfum”, pemerintah kota bersama ARC USK terus berupaya melakukan hilirisasi komoditas nilam Aceh agar memiliki nilai tambah tinggi yang dapat dirasakan langsung oleh petani dan pelaku industri kreatif lokal.

