ASAKITA.NEWS | BANDA ACEH – Nama Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., kini tengah menjadi sorotan publik, khususnya di Provinsi Aceh. Menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, perwira tinggi Polri ini dikenal bukan hanya karena ketegasannya dalam memberantas peredaran gelap narkotika, tetapi juga karena kedalaman sisi akademis dan kepedulian sosialnya yang tinggi.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 ini merupakan sosok yang lengkap. Di dunia kepolisian, kariernya tergolong moncer hingga berhasil menyandang pangkat bintang satu (Brigadir Jenderal). Prestasi terbarunya yang cukup menyita perhatian adalah keberhasilan BNNP Aceh dalam menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 4,9 kilogram, yang kemudian langsung dimusnahkan di bawah kepemimpinan operasionalnya.
Namun, yang membuat Brigjen Dedy berbeda dari perwira pada umumnya adalah gelar Doktor (S-3) yang disandangnya. Kecintaannya pada dunia pendidikan membawanya menjadi Ketua Umum Perkumpulan Doktor Ilmu Kepolisian (Dikpi), sebuah organisasi yang menghimpun para pakar di internal Polri untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan institusi.
Sisi Religius dan Pengabdian di Tanah Rencong
Meski disibukkan dengan tugas negara yang berat, Brigjen Dedy tidak melupakan tanggung jawab sosialnya. Di sela-sela kedinasannya di Aceh, ia menginisiasi pendirikan Dayah Darul Musthafa yang berlokasi di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar.
Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai bentuk dedikasi nyata sang Jenderal dalam menjaga kearifan lokal Aceh sekaligus membentengi generasi muda melalui pendidikan agama yang kuat. Baginya, penanganan narkoba tidak hanya cukup melalui penegakan hukum (law enforcement), tetapi juga melalui pendekatan spiritual dan edukasi sejak dini.
“Dedy Tabrani adalah representasi polisi masa kini; cerdas secara akademik, tegas di lapangan, namun tetap rendah hati dan religius dalam keseharian,” ujar salah satu kolega di lingkungan Polda Aceh.
Kombinasi antara prestasi operasional, intelektualitas sebagai seorang doktor, dan kepedulian terhadap dunia pendidikan pesantren menjadikan Brigjen Dedy Tabrani sebagai salah satu aset berharga Polri dalam mewujudkan pelayanan publik yang modern dan humanis.

