ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Selasa, April 21, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Aceh

Keluhan Ibu Tunggal Korban Banjir: Hidup Makin Sulit, Disuarakan ke Ketua Umum PPA

Admin by Admin
April 16, 2026 | 22 : 29
in Aceh
0
Keluhan Ibu Tunggal Korban Banjir: Hidup Makin Sulit, Disuarakan ke Ketua Umum PPA
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ASAKITA.NEWS | Bireun – Kunjungan Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA), Prof. Adjunct DR. Marniati M.Kes, pada Sabtu (15/4/2026) ke Dayah Budi Al-Mukhtari, Pante Pisang, Matang, disambut haru oleh warga dan santri. Ratusan warga menyambut rombongan dengan doa dan air mata kebahagiaan, menyaksikan langsung penyerahan bantuan untuk ibu-ibu tunggal serta janda korban banjir.

Kehadiran Prof. Marniati didampingi petinggi PPA, termasuk pengurus partai, pembina, sekretaris Jenderal (Sekjen), Ketua Harian, dan Wakil Ketua. Kunjungan ini juga didampingi Ustadz Zul Arafah, yang sangat mendukung inisiatif bantuan bagi janda dan ibu tunggal pasca-bencana.

Di tengah suasana haru, seorang ibu tunggal korban banjir menyuarakan kesulitannya: rumah rusak berat akibat bencana, lapangan kerja hilang, dan tiga anak yatim yang harus dihidupi tanpa penerimaan tetap. “Sekarang pekerjaan tidak ada, anak-anak yatim piatu ada tiga yang harus saya biayai,” keluhnya dengan suara bergetar.

ADVERTISEMENT

Seorang ibu tunggal usia lanjut juga berbagi kesedihan: rumah rusak parah, peralatan rumah tangga hancur, suami telah tiada, dan kebutuhan hidup sehari-hari sulit terpenuhi. Kondisi ini makin menekan di tengah ketiadaan dukungan pekerjaan.

ADVERTISEMENT

Prof. Marniati M.Kes menyerahkan bantuan materi secara pribadi, sambil menyampaikan pesan inspiratif. “Ini wujud cinta dan kepedulian kami pada wanita kuat yang mampu menjaga anak-anak meski tanpa suami,” ujarnya. Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan janda, khususnya lansia, dengan program bantuan intensif.

Kegiatan silaturahmi dengan santri dan penyerahan bantuan ini menegaskan komitmen PPA dalam mendampingi masyarakat pasca-bencana.

20
Tags: Bireun AcehKetum PPAProf Marniati
Previous Post

Ketua Umum PPA Kunjungi Pesantren Abiya Jeunib: Visi Pendidikan Generasi Hebat, Serahkan 500 Tas Bantuan untuk Santri Korban Bencana

Next Post

Mualem Minta Otsus Abadi 2,5 Persen di Hadapan Banleg DPR RI pada Rapat Perubahan UUPA

Admin

Admin

Next Post
Mualem Minta Otsus Abadi 2,5 Persen di Hadapan Banleg DPR RI pada Rapat Perubahan UUPA

Mualem Minta Otsus Abadi 2,5 Persen di Hadapan Banleg DPR RI pada Rapat Perubahan UUPA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In