Bireuen, Asakita.news,— Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar), Dr. Laksmi Dewi, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan penyusunan kurikulum kebencanaan di SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi potensi bencana.
Dalam arahannya, Dr. Laksmi Dewi menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam merancang kurikulum kebencanaan.
Ia meminta para guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah untuk meluangkan waktu secara serius dalam menyusun rencana pembelajaran berbasis mitigasi bencana.
“Penyusunan kurikulum kebencanaan ini membutuhkan komitmen bersama. Kita ingin memastikan peserta didik memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi situasi bencana,” ujar Laksmi Dewi.
Kepala SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng, Anna Fadli, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokus piloting penyusunan kurikulum kebencanaan.
Ia menyebut seluruh guru dilibatkan sebagai tim penyusun agar hasilnya benar-benar implementatif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kepala Puskurjar Dr. Laksmi Dewi, M.Pd., beserta tim yang telah memilih sekolah kami sebagai lokasi percontohan. Ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk berkontribusi dalam penguatan pendidikan kebencanaan,” kata Anna Fadli.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), khususnya Fadli, yang turut mendukung kegiatan tersebut.
Sementara itu, tim Puskurjar hadir secara langsung untuk mendampingi proses perancangan kurikulum. Pendampingan ini difokuskan pada penyusunan muatan kebencanaan yang terintegrasi dalam pembelajaran, dengan tujuan membentuk siswa yang tangguh dan responsif terhadap bencana.
“Melalui kurikulum ini, kita ingin menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi risiko bencana,” tambah Laksmi Dewi.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Bireuen, Abdul Hamid, dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi atas penunjukan Kabupaten Bireuen sebagai lokus kegiatan. Ia berharap hasil penyusunan kurikulum kebencanaan ini dapat memberikan manfaat luas bagi dunia pendidikan, khususnya di wilayah rawan bencana.
“Kami berterima kasih kepada Ibu Kepala Puskurjar yang telah memilih Bireuen sebagai lokasi kegiatan. Semoga kurikulum yang disusun dapat menjadi pedoman pembelajaran yang aplikatif di sekolah-sekolah kawasan rawan bencana,” ujar Abdul Hamid.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng yang berperan sebagai tim penyusun kurikulum. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi model yang dapat direplikasi di sekolah lain dalam upaya memperkuat pendidikan kebencanaan di Indonesia.

