BIREUEN – Asakita.news, – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, atau yang akrab disapa Edi Obama, mengambil langkah cepat dengan menginisiasi pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir dan tanah longsor asal Desa Kapa.
Langkah tersebut disambut positif oleh para pengungsi yang sebelumnya bertahan di tenda darurat di halaman Kantor Bupati Bireuen sejak 12 Maret 2026. Setelah hampir sebulan hidup dalam keterbatasan, para korban akhirnya memutuskan kembali ke kampung halaman mereka pada Minggu (5/4/2026).
Edi Obama membenarkan rencana pembangunan Huntara tersebut. Ia menegaskan bahwa hunian sementara yang akan dibangun nantinya jauh lebih layak dibandingkan tenda pengungsian.
“Benar, saya akan membangun hunian sementara yang layak huni dibanding tinggal di tenda,” ujar Edi Obama.
Sebelumnya, para korban bencana memilih bertahan di halaman kantor bupati sebagai bentuk protes karena belum tersedianya fasilitas hunian yang memadai dari pemerintah daerah. Kondisi tersebut membuat warga harus menjalani kehidupan yang serba terbatas selama hampir satu bulan penuh.

Melihat kondisi tersebut, Edi Obama tergerak untuk turun langsung menemui para pengungsi. Pada Sabtu (4/4/2026) menjelang tengah malam, ia mendatangi lokasi pengungsian dan berdialog dengan warga, sekaligus memastikan solusi konkret bagi mereka.
Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan komitmennya untuk membangun Huntara menggunakan dana pribadinya. Ia juga memastikan proses pembangunan akan segera dimulai.
“Saudara-saudara kita hari ini adalah korban bencana, sudah mendapatkan solusi dari saya sebagai Ketua PMI Bireuen. Dan Insyaallah besok saudara-saudara kita ini akan pulang ke desanya masing-masing,” ungkapnya.
Keputusan cepat ini membawa harapan baru bagi para korban bencana. Dengan adanya Huntara, mereka diharapkan dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak sambil menunggu pemulihan kondisi desa secara menyeluruh.
Langkah yang diambil Ketua PMI Bireuen tersebut juga menjadi bukti nyata kepedulian kemanusiaan di tengah situasi darurat, sekaligus memberikan solusi konkret bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bireuen.

