Asakita.News | BANDA ACEH — Pemberlakuan sistem tiket kapal ferry secara online penuh pada lintasan Ulee Lheue–Balohan dan sebaliknya mulai 1 April 2026 mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA), Nuzulul Fahmi.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis Pemerintah Aceh bersama ASDP dan Dinas Perhubungan Aceh dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi penyeberangan yang lebih modern, transparan, dan tertib.
Menurut Nuzulul Fahmi, kebijakan penerapan tiket elektronik tersebut sejalan dengan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan tiket angkutan penyeberangan lintas kabupaten/kota secara elektronik. Ia menilai regulasi tersebut menjadi dasar kuat bagi transformasi pelayanan transportasi laut, khususnya pada jalur strategis yang menghubungkan Banda Aceh dan Sabang melalui Pelabuhan Ulee Lheue–Balohan.
Ia menjelaskan bahwa penerapan sistem tiket online memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan transparansi pelayanan serta mengurangi praktik percaloan yang selama ini kerap menjadi keluhan pengguna jasa penyeberangan. Selain itu, sistem digital juga membantu menghindari antrean panjang dan desakan penumpang di area pelabuhan, khususnya pada musim libur dan arus mudik.
“Penerapan tiket online ini sangat membantu masyarakat. Selain menghindari praktik calo, juga mempermudah proses pembelian tiket tanpa harus antre di loket. Ini langkah maju yang patut kita dukung bersama,” ujar Nuzulul Fahmi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada ASDP dan Dinas Perhubungan Aceh yang dinilai konsisten menjalankan digitalisasi layanan transportasi sesuai regulasi yang telah ditetapkan Pemerintah Aceh. Menurutnya, transformasi sistem tiket elektronik menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan standar pelayanan publik di sektor transportasi laut.
PUSDA, lanjutnya, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi tiket online tersebut karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu, kenyamanan perjalanan masyarakat, serta memperkuat tata kelola layanan pelabuhan yang lebih tertib dan profesional. Ia berharap kebijakan ini dapat terus disempurnakan dan menjadi model pelayanan transportasi modern di Aceh ke depan.

