ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Jumat, April 17, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Aceh

Kritik Tanpa Data Mahasiswa Dipersimpangan Intkektual dan Alat Politik?

Admin by Admin
Maret 30, 2026 | 23 : 09
in Aceh
0
Kritik Tanpa Data Mahasiswa Dipersimpangan Intkektual dan Alat Politik?
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asakita.News | BANDA ACEH – Kritik yang dilontarkan Sekretaris Wilayah Himapolindo, M. Iqbal Farabi, terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh menuai sorotan. Pernyataan yang menilai Sekda “gagal memahami tupoksi” dinilai perlu ditopang dengan data dan kajian yang kuat agar tidak menjadi sekadar opini tanpa dasar.

Juru Bicara Muda Seudang Aceh Utara, Zulfadli, menegaskan bahwa kritik mahasiswa harus tetap berada dalam koridor intelektual dan berbasis riset.

“Menilai seorang pejabat publik gagal memahami tugas pokok dan fungsi bukanlah pernyataan ringan. Itu tuduhan serius yang seharusnya didukung oleh data, indikator kinerja, serta rujukan kebijakan yang jelas,” ujar Zulfadli.

Menurutnya, kritik yang hanya dibangun dari persepsi situasional—misalnya dengan melihat kondisi bencana lalu menyimpulkan keseluruhan kebijakan birokrasi keliru—tidak mencerminkan kritik akademik yang seharusnya menjadi ciri khas gerakan mahasiswa.

Ia menjelaskan, mengaitkan pergantian kepala dinas dengan ketidakpekaan terhadap bencana merupakan narasi yang cenderung populis, namun problematis. Dalam praktik pemerintahan, penanganan bencana dan penataan birokrasi bisa berjalan secara bersamaan.

ADVERTISEMENT

“Dalam situasi krisis, pemerintah justru membutuhkan tim yang solid dan responsif. Rotasi pejabat bisa menjadi bagian dari solusi, bukan serta-merta masalah,” katanya.

Zulfadli juga mengingatkan bahwa kritik tanpa dasar ilmiah berpotensi membuka ruang bagi kepentingan politik.

“Mahasiswa harus berhati-hati agar tidak terjebak menjadi alat legitimasi kepentingan tertentu. Tanpa data, kritik bisa kehilangan legitimasi dan berubah menjadi agitasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, gerakan mahasiswa selama ini dikenal kuat bukan karena kerasnya suara, melainkan karena kekuatan argumen dan basis intelektualnya.

Selain itu, menurutnya, menyeret posisi Sekda dalam framing politik praktis tanpa bukti yang jelas menunjukkan kekeliruan dalam memahami struktur pemerintahan.

“Sekda itu motor administratif, bukan aktor politik elektoral. Menuduh ketidaknetralan tanpa dasar yang kuat sama saja membangun opini di atas asumsi,” jelasnya.

Zulfadli menegaskan bahwa mahasiswa tetap memiliki peran penting sebagai kontrol sosial, namun harus dijalankan secara bertanggung jawab.

“Mahasiswa tidak dituntut untuk diam, tetapi dituntut untuk benar. Kritik harus lahir dari riset yang mendalam, analisis yang jernih, dan keberanian yang bertanggung jawab,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyoroti kondisi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana, sehingga menurutnya publik membutuhkan kritik yang solutif, bukan sekadar gaduh.

“Di tengah situasi seperti ini, masyarakat butuh kejelasan dan solusi. Jika mahasiswa ingin tetap relevan, maka kritik harus berbasis data, bukan sekadar suara keras tanpa arah,” pungkasnya.

25
Previous Post

Wajah Ceria Siswa SD Bungie, Hari Pertama Sekolah Penuh Semangat

Next Post

Mualem kunjungi korban pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Kapolri harus memberi atensi khusus

Admin

Admin

Next Post
Mualem kunjungi korban pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Kapolri harus memberi atensi khusus

Mualem kunjungi korban pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Kapolri harus memberi atensi khusus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In