Asakita.News | BANDA ACEH — Arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 pada jalur laut Banda Aceh–Sabang terpantau berjalan lancar dan terkendali. Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh menambah frekuensi pelayaran kapal cepat dan kapal roro secara signifikan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode libur Idulfitri 1447 H. Kebijakan ini dinilai efektif menjaga kelancaran mobilitas masyarakat menuju Pulau Weh.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal atau yang akrab disapa Ampon Faisal, menyampaikan bahwa penambahan armada menjadi langkah strategis untuk memastikan pelayanan transportasi laut tetap optimal.
Jika pada hari normal kapal cepat hanya beroperasi sekitar 2–3 trip per hari, maka selama arus mudik Lebaran jumlahnya ditingkatkan menjadi 6 trip per hari, begitu pula kapal roro yang sebelumnya hanya 2 trip kini ditingkatkan menjadi 6 trip.
Menurutnya, dengan kapasitas armada yang cukup serta jadwal pelayaran yang diperluas, masyarakat tidak perlu menggunakan jasa calo karena tiket kapal cepat maupun kapal roro sudah dapat dibeli secara online.
“Kapal cukup, jadwal bertambah, layanan tersedia. Tidak ada alasan menggunakan calo,” tegas Ampon Faisal.
Data grafik angkutan Lebaran 2026 menunjukkan pergerakan penumpang lintasan Ulee Lheue–Balohan mencapai sekitar 41.848 orang, dengan kendaraan roda dua sebanyak 7.769 unit dan kendaraan roda empat mencapai 1.879 unit.
Angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik, namun tetap dapat terlayani dengan baik berkat penguatan layanan transportasi laut yang dilakukan Dishub Aceh.
Sementara itu, Ketua Kebijakan Publik Aceh, Fajarul Arwalis, menilai kondisi arus pelayaran Banda Aceh–Sabang selama Lebaran berlangsung normal dan terkendali. Ia menyebut seluruh jadwal keberangkatan berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Fajarul Arwalis juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan Aceh atas langkah cepat menambah frekuensi pelayaran pada momentum arus mudik Lebaran.
Menurutnya, penguatan layanan transportasi laut tersebut menjadi bukti kesiapan pemerintah daerah dalam memastikan konektivitas Banda Aceh–Sabang tetap lancar, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan pariwisata masyarakat selama masa libur panjang Idulfitri.

