Banda Aceh, Asakita.news, – Kepedulian terhadap korban banjir bandang di Aceh terus mengalir, termasuk dari luar negeri. Alumni Seri Temenggong (AST) Institut Perguruan Guru Kampus Temenggong Ibrahim (IPGKTI) Johor Bahru, Malaysia menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh selama tiga hari, 6 hingga 8 Maret 2026.
Bantuan tersebut disalurkan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya. Selain itu, rombongan AST juga menyerahkan bantuan kepada dua lembaga pendidikan di Banda Aceh, yaitu Dayah Al-Furqan Serambi Malaysia di kawasan Pagar Air serta lembaga Sahabat Anak Yatim di Neusu.
Sebanyak 26 perwakilan AST dari Malaysia yang terdiri dari dosen, guru, serta pensiunan pegawai dinas datang langsung ke Aceh untuk menyalurkan bantuan tersebut.
Ketua Program sekaligus Pengarah kegiatan bantuan AST, Haji Moh. Zein, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan hasil donasi para alumni dan masyarakat Malaysia yang dihimpun dalam waktu singkat, yakni sejak 19 hingga 26 Februari 2026.
“Total donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai hampir Rp500 juta serta beras sebanyak 5,1 ton. Selain itu, para donatur juga menyumbangkan pakaian, sajadah, serta dana zakat untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir,” ujar Haji Moh. Zein.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut. Menurutnya, keberhasilan misi kemanusiaan ini tidak terlepas dari kerja keras para tokoh masyarakat dan relawan yang bergerak cepat mengumpulkan bantuan dalam waktu singkat.
Beberapa tokoh yang terlibat dalam penggalangan dana antara lain Tn. Hj. Sanif Sapaat dan Pn. Aisah dari Alumni Seri Temenggong, Pn. Norliza binti Samin mewakili Temenggong Prihatin, serta Pn. Hjh. Siti Hajar binti Mahpol dari Persatuan Pesara Pendidikan Johor.
Selain itu turut terlibat Kol. (Bersara) Tn. Hj. Mohd Samin bin Md Sih dari Masjid Al-Mukhlisin, Ustazah Norhamidah Lasiron dari Sekolah Agama Daerah Kulai, Ust. Hj. Rahman Ngah dari Pesara PPD Johor Bahru, Hj. Ibrahim Tahir dari Pesara Jabatan Pendidikan Johor, Mohd Saharudin Narun dari Masjid Parit Kahar Pontian, serta Pn. Hjh. Rashidah Shuib dari Masjid Bandar Uda Utama.
Selama proses penyaluran bantuan di Aceh, rombongan AST juga mendapat dukungan dari anggota AST di Aceh, Cegu Faisal, yang membantu koordinasi di lapangan.
“Kami juga berterima kasih kepada Cegu Faisal yang telah membantu kami selama berada di Aceh, mulai dari koordinasi hingga pendampingan di lokasi penyaluran bantuan,” tambah Haji Moh. Zein.
Misi kemanusiaan ini juga melibatkan relawan lintas negara. En. Baharudin Hamzah bersama istrinya dari Singapura turut bergabung sebagai sukarelawan. Selain itu, Dr. Norashuha, pakar kaunseling dari Malaysia, memberikan pendampingan psikologis kepada para ibu dan anak yang mengalami trauma akibat banjir.
Salah seorang anggota rombongan AST, Kak Selly, mengaku terharu saat melihat langsung kondisi masyarakat terdampak banjir di Aceh.
“Saya sangat tersentuh melihat kondisi masyarakat di Aceh. Ini pertama kali saya datang ke sini, dan melihat langsung dampak musibah ini membuat hati saya sangat sedih,” ungkapnya.
Meski demikian, ia juga mengaku kagum dengan semangat masyarakat Aceh yang tetap kuat dan saling membantu di tengah musibah.
Menurutnya, kehadiran AST di Aceh menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas negara serta mempererat persaudaraan antara masyarakat Malaysia dan Aceh.

