Jakarta , Asakita.news – SMA Negeri 2 Bireuen terpilih sebagai sekolah model dalam implementasi program KKA dan PM. Penetapan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong percepatan transformasi pendidikan di Aceh melalui penguatan kualitas pembelajaran, inovasi pendidikan, serta pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah.
Kepala SMA Negeri 2 Bireuen, Dr. Herlina Dewi, menyampaikan bahwa penunjukan sekolah yang dipimpinnya sebagai sekolah model merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan positif dalam dunia pendidikan.
“Penetapan ini menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi pendidikan di Aceh, khususnya dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan teknologi,” ujar Herlina Dewi dalam keterangannya, Jumat (7 Maret 2026).
Menurutnya, implementasi program KKA dan PM tidak hanya bertujuan memperbarui metode pembelajaran, tetapi juga mendorong sekolah menjadi pusat inovasi pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, kreatif, dan berdaya saing.
Ia menjelaskan, sebagai sekolah model, SMAN 2 Bireuen akan berperan sebagai rujukan bagi sekolah lain dalam menerapkan konsep pembelajaran yang lebih inovatif dan berorientasi masa depan. Hal tersebut mencakup penguatan kapasitas guru, peningkatan kualitas proses belajar mengajar, serta pengembangan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perubahan.
Selain itu, implementasi program ini juga diarahkan untuk memperkuat literasi digital siswa, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam proses pembelajaran di sekolah.
Herlina Dewi menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada kebijakan pendidikan semata, tetapi juga membutuhkan kolaborasi seluruh unsur sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga dukungan masyarakat.
“Transformasi pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama semua pihak agar perubahan yang kita harapkan benar-benar terwujud dan memberikan dampak nyata bagi kualitas pendidikan di Aceh,” katanya.
Ia juga berharap dengan ditetapkannya SMAN 2 Bireuen sebagai sekolah model implementasi KKA dan PM, sekolah tersebut dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam melakukan inovasi dan pembaruan sistem pendidikan.
“Harapannya, langkah ini dapat menjadi awal lahirnya berbagai terobosan pendidikan yang mampu meningkatkan mutu pembelajaran dan menciptakan generasi muda Aceh yang siap menghadapi tantangan global,” pungkasnya.

