Subulussalam, Asakita.news, – Kepala Dinas Pendidikan Aceh berbincang langsung tentang masa depan pendidikan Aceh dalam sebuah sesi podcast yang digelar di SMKN 1 Penanggalan, Kota Subulussalam. Dalam kegiatan tersebut, dua siswi jurusan Produksi Film, Annisa Azzuhra dan Siska Waruwu, mendapat kesempatan menjadi pewawancara.
Podcast yang berlangsung di ruang podcast sekolah itu berlangsung sekitar 30 menit dan membahas berbagai isu strategis terkait perkembangan pendidikan di Aceh, khususnya peran sekolah vokasi dalam menyiapkan generasi muda yang kreatif dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dalam dialog tersebut, Kadisdik Aceh menjelaskan pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan serta mendorong siswa untuk terus mengembangkan keterampilan sesuai minat dan bakat masing-masing. Ia juga menekankan bahwa sekolah menengah kejuruan memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan memiliki kompetensi di bidangnya.
Menurutnya, kegiatan seperti podcast yang digagas siswa merupakan contoh pembelajaran kreatif yang patut dikembangkan di lingkungan sekolah. Selain melatih kemampuan komunikasi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar produksi media secara langsung.
“Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana membuat konten yang berkualitas dan informatif,” ujarnya.
Annisa Azzuhra dan Siska Waruwu, yang merupakan siswa jurusan Produksi Film SMKN 1 Penanggalan, terlihat antusias memandu jalannya wawancara. Keduanya menggali berbagai pandangan Kadisdik Aceh terkait tantangan pendidikan, peluang pengembangan sekolah kejuruan, serta harapan bagi generasi muda Aceh.
Kegiatan podcast tersebut juga menjadi bagian dari praktik pembelajaran bagi siswa jurusan Produksi Film yang selama ini dilatih untuk menghasilkan karya kreatif di bidang media dan perfilman.
Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai ruang belajar yang interaktif sekaligus wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan jurnalistik, produksi media, serta komunikasi publik.
Dengan adanya dialog langsung antara siswa dan pemangku kebijakan pendidikan, diharapkan lahir ide-ide baru serta semangat bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Aceh.

