BIREUEN – asakita.news – Komitmen penguatan pendidikan vokasi di Aceh kembali diperlihatkan oleh Alumni GABEA SMANTI’75 Bandung.
Pada Kamis, 12 Februari 2026, tim alumni menuntaskan rangkaian kegiatan pembinaan dan penyusunan timeline program satu tahun pertama di SMKN 1 Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen.
Kegiatan yang berlangsung seharian itu difokuskan pada pengarahan manajerial, pemantapan konsep teaching factory, serta penyusunan rencana kerja terstruktur yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan.
Setelah melalui pembahasan intensif, dokumen timeline tersebut resmi ditandatangani oleh tim manajemen sekolah.
Perwakilan Alumni GABEA SMANTI’75 menyampaikan bahwa secara umum perencanaan program telah rampung, meski masih terdapat beberapa komponen teknis yang perlu disempurnakan.
“Alhamdulillah, timeline untuk satu tahun pertama sudah selesai disusun dan ditandatangani. Ada beberapa hal yang masih harus dilengkapi, di antaranya penetapan PIC (Person in Charge) setiap kegiatan serta penyusunan RAB. Insya Allah akan kami selesaikan dalam minggu ini,” ujar Kang Denny perwakilan alumni dalam keterangannya.
Perkuat Sinergi Alumni dan SMK di Sampang Mamplam (SPM)
Program pendampingan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata alumni lintas daerah dalam mendukung peningkatan mutu SMK di Kabupaten Bireuen.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan jejaring alumni dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi sekolah vokasi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan industri.
Dukungan penuh terhadap program ini juga datang dari Dinas Pendidikan Aceh. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh sebelumnya telah mendorong penguatan SMK di wilayah Bireuen melalui koordinasi intensif dengan Cabang Dinas Pendidikan setempat.
Peran koordinatif di tingkat wilayah dijalankan oleh Abdul Hamid selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Bireuen, yang menjadi penghubung antara kebijakan provinsi dan implementasi di lapangan. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam memastikan setiap program berjalan terarah dan berkelanjutan.
Fokus pada Perencanaan Terukur dan Akuntabel
Dalam penyusunan timeline, alumni bersama manajemen sekolah menekankan pentingnya kejelasan indikator capaian, pembagian tanggung jawab, serta penganggaran yang transparan.
Penetapan PIC untuk setiap kegiatan diharapkan mampu memperjelas struktur kerja, sementara penyusunan RAB akan menjadi dasar pengelolaan anggaran secara akuntabel. Hal menjadi tanggung jawab PLH. Kepala SMKN 1 SPM Dr. Azhari, ST., MT.
Langkah ini sekaligus menunjukkan pendekatan profesional dalam membangun teaching factory sebagai model pembelajaran berbasis produksi dan kebutuhan industri.
Dengan perencanaan matang sejak tahun pertama, sekolah diharapkan dapat mengukur progres secara periodik dan melakukan evaluasi berkelanjutan.

