ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Minggu, April 19, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
ADVERTISEMENT
Home Aceh

Harlah NU ke-100: Ketua PWM Aceh Malik Musa Ajak NU Perkuat ukhuwah Untuk Mengawal Pelaksanaan Islam di Aceh

Admin by Admin
Februari 1, 2026 | 21 : 55
in Aceh
0
Harlah NU ke-100: Ketua PWM Aceh Malik Musa Ajak NU Perkuat ukhuwah Untuk Mengawal Pelaksanaan Islam di Aceh
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asakita.news | Banda Aceh – Pada 31 Januari 2026, Nahdlatul Ulama (NU) menapaki usia satu abad menurut kalender Masehi. Memperingati momen bersejarah itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Malik Musa, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat sekaligus refleksi bijak tentang peran NU bagi bangsa dan tantangan kekinian yang mesti dihadapi bersama.

“Selamat kepada Nahdlatul Ulama atas pencapaian satu abadnya. Ini bukan sekadar perayaan, melainkan panggilan untuk terus mengawal nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan yang selama ini menjadi ciri NU,” kata Malik Musa dalam pernyataannya kepada media Dialeksis, Minggu (1/2/2026).

Menurut Malik Musa, tradisi yang dikembangkan NU yang merangkul kebhinekaan, menolak kekerasan, dan menempatkan agama sebagai perekat sosial sangat relevan untuk menghadapi gejolak zaman sekarang, seperti polarisasi politik, disinformasi, dan radikalisme digital.
“Kita hidup di era informasi cepat dan kompleks. Sehingga harus dioperasionalkan ulama, tokoh masyarakat, dan ormas harus bersama-sama membangun literasi agama yang sehat sehingga umat tak mudah terhasut informasi sesat,” ujar Malik Musa.

Pernyataan ini menekankan perlunya sinergi antar-organisasi Islam untuk merawat ruang publik yang inklusif.
Dalam komentarnya, Malik Musa menaruh perhatian khusus pada peran pendidikan Islam termasuk pesantren sebagai wahana pembentukan karakter generasi muda. Ia mengajak Muhammadiyah dan NU untuk memperluas kerja sama dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.

“Di tingkat daerah seperti Aceh, kolaborasi Muhammadiyah dan NU dalam bidang pendidikan akan memperkuat kapasitas sekolah dan pesantren. Kita harus mengedepankan kerja sama, bukan sikap saling bersaing yang kontraproduktif,” katanya.

ADVERTISEMENT

Malik Musa menegaskan bahwa perayaan satu abad NU juga harus menjadi momentum penguatan komitmen terhadap Pancasila dan konstitusi. Menurutnya, ormas keagamaan punya peran strategis menjaga persatuan dan mendorong partisipasi konstruktif dalam kehidupan bernegara.
“Kebangsaan adalah aset bersama. NU telah lama memainkan peran penting sebagai perekat.

ADVERTISEMENT

Muhammadiyah menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan berharap kolaborasi antara ormas Islam semakin erat untuk merawat kemajemukan,” ujar Malik Musa.
Di samping tema-tema besar tersebut, Malik Musa juga mengajak ormas untuk terus responsif terhadap persoalan kemanusiaan mulai dari penanganan bencana hingga upaya pengentasan kemiskinan. Ia menilai aksi sosial NU dan Muhammadiyah yang nyata di lapangan harus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Perayaan ini harus mendorong komitmen bersama dalam pelayanan sosial. Ketika bencana datang atau warga membutuhkan, gerak cepat ormas keagamaan menunjukkan wajah Islam yang empatik dan solutif,” ujarnya.

Menutup komentarnya, Malik Musa berharap NU memasuki abad kedua dengan konsolidasi internal yang kuat dan adaptasi terhadap transformasi digital tanpa kehilangan identitas tradisional pesantrennya.
“Kita sambut abad kedua NU dengan harapan tradisi yang baik dipertahankan, inovasi dijalankan, dan solidaritas antarkomponen umat Islam diperkuat demi masa depan bangsa yang lebih baik,” pungkas Malik Musa.

41
Tags: A.Malik MusaPWM Aceh
Previous Post

Dinilai Sumber Kegaduhan Jubir KPA Bang Jack Libya: Sepakat Mualem Ganti Ketua DPRA

Next Post

BAS Gelar Ngopi Bareng Insan Media, Bahas Strategi Percepatan Penanganan KUR Pascabanjir

Admin

Admin

Next Post
BAS Gelar Ngopi Bareng Insan Media, Bahas Strategi Percepatan Penanganan KUR Pascabanjir

BAS Gelar Ngopi Bareng Insan Media, Bahas Strategi Percepatan Penanganan KUR Pascabanjir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In