ASAKITA.NEWS | ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menggandeng PT Medco E&P Malaka untuk melakukan pengecekan teknis atas temuan semburan gas dan lumpur dari sumur bor air bersih di Gampong Paya Demam Lhe, Kecamatan Pante Bidari, Selasa (20/1/2026).
Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dan perlindungan keselamatan masyarakat, menyusul laporan warga terkait semburan gas yang muncul saat proses pengeboran sumur untuk kebutuhan air bersih Masjid Gampong Paya Demam Lhe.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung berkoordinasi dan memerintahkan pengecekan lapangan bersama Dinas Lingkungan Hidup Aceh Timur serta tim teknis PT Medco,” ujar Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky.
Tim teknis PT Medco E&P Malaka tiba di lokasi sekitar pukul 15.10 WIB dengan membawa peralatan pendeteksi gas. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, semburan gas dan lumpur dilaporkan telah berhenti. Pemeriksaan lanjutan juga dilakukan terhadap beberapa titik rembesan dari pori-pori tanah di sekitar sumur.
“Hasil pengukuran menunjukkan adanya kandungan gas dalam kadar rendah, masih berada di bawah ambang batas gas rumah tangga (LPG), serta tidak terdeteksi kandungan gas berbahaya seperti hidrogen sulfida (H₂S),” jelas Al-Farlaky berdasarkan laporan tim teknis.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga memasang garis pengaman guna mencegah aktivitas warga di sekitar lokasi hingga dinyatakan benar-benar aman.
Bupati Al-Farlaky menegaskan bahwa keterlibatan PT Medco merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan sektor industri dalam memastikan keselamatan lingkungan dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi respons cepat dan dukungan teknis PT Medco. Keselamatan warga adalah prioritas utama, dan setiap potensi risiko harus ditangani secara profesional dan terukur,” tegasnya.
Diketahui, sumur bor tersebut bukan merupakan fasilitas Medco dan berada di luar wilayah kerja operasi PT Medco E&P Malaka. Sumur bor tersebut merupakan bantuan dari Kodim Aceh Timur untuk penyediaan air bersih bagi masjid setempat, dengan kedalaman pengeboran mencapai sekitar 45 meter sebelum kejadian terjadi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar.


