BANDA ACEH — Organisasi Forbes Relawan Aceh kembali diguncang konflik internal. Naga Selatan, yang selama ini menjabat sebagai Penasehat, resmi mengundurkan diri dengan pernyataan keras yang menuding adanya praktik manipulatif, minim transparansi, serta pengelolaan organisasi yang dikuasai segelintir oknum.
Dalam surat pengunduran dirinya, Naga menyebut dinamika internal Forbes sudah jauh melenceng dari tujuan awal pendirian organisasi sebagai wadah solidaritas kemanusiaan. Ia menilai konflik antar pengurus dan anggota justru semakin menjadi-jadi di saat Aceh sedang membutuhkan kerja kolektif untuk penanganan bencana.
“Organisasi ini seharusnya hadir sebagai ruang terbuka, transparan, dan bertanggung jawab. Tapi yang terjadi justru sebaliknya,” tegas Naga dalam pernyataannya.
Ia juga mengungkap dugaan serius terkait pengambilan dan pendistribusian bantuan sembako yang disebut tidak pernah diinformasikan secara terbuka kepada pengurus maupun anggota. Menurutnya, tidak ada kejelasan siapa yang mengambil bantuan, berapa jumlahnya, ke mana disalurkan, dan siapa yang bertugas di lapangan.
Lebih jauh, Naga menyebut Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Forbes diduga menjalankan kegiatan secara diam-diam, meski sebelumnya mengumumkan bahwa kantor ditutup karena tidak ada logistik. Kegiatan tersebut, katanya, hanya melibatkan pihak-pihak tertentu yang dekat dengan lingkaran KSB.
“Tidak pernah dibahas dalam rapat, tidak ada musyawarah, tidak ada daftar resmi. Forbes seolah hanya milik segelintir orang,” ujar Naga.
Ia juga menyoroti bahwa banyak ketua lembaga yang tergabung dalam Forbes sama sekali tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan, bahkan tidak mengetahui adanya kegiatan distribusi bantuan. Beberapa di antaranya, lanjut Naga, memilih keluar dari grup WhatsApp Forbes atau dikeluarkan tanpa penjelasan.
Menurutnya, transparansi hanya muncul ketika organisasi memiliki utang. Selain itu, setiap pertemuan KSB dengan pejabat atau instansi pemerintah juga tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada pengurus dan anggota.
Atas kondisi itu, Naga menyatakan tidak ada lagi ruang untuk menjalankan fungsi penasehat secara sehat, objektif, dan bermartabat. Ia pun memilih mundur dengan alasan tanggung jawab moral.
“Saya berharap Forbes kembali ke nilai kemanusiaan, keterbukaan, dan musyawarah. Tapi jika terus dijadikan alat kepentingan oknum, lebih baik organisasi ini dibubarkan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KSB Forbes Relawan Aceh belum memberikan klarifikasi resmi atas pernyataan Naga Selatan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan keterangan lanjutan.[]

