ASAKITA.NEWS, LHOKSUKON — SMA Negeri 1 Matangkuli Kabupaten Aceh Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan dari berbagai donatur kepada 500 siswa penyintas atau mereka yang dapat bertahan terhadap kondisi yang membahayakan kelangsungan hidup.
Mereka semua menghadapi bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November hingga Desember 2025 lalu.
Bantuan itu disalurkan dalam bentuk perlengkapan sekolah (school kits) sesuai petunjuk teknis (juknis), guna mendukung pemulihan pendidikan pascabencana, Senin (12/1/2026).
Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Khairuddin MPd kepada media ini, Selasa (13/1) mengatakan, sejumlah pihak turut berkontribusi dalam aksi solidaritas ini.
Katanya, Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan bantuan sebesar Rp.20 juta yang diperuntukkan bagi kebutuhan mushalla sekolah.
Kemudian, Pertamina Hulu Energy (PHE) menyalurkan bantuan senilai Rp.10 juta dan 30 unit tas sekolah.
Selanjutnya, Lembaga Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia Aceh menyumbangkan 30 pasang pakaian seragam dan tumbler.
Sedangkan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Aceh sebut Khairuddin, turut memberikan bantuan berupa pakaian seragam, tas, dan alat tulis.
“Selain itu, Partner Berbagi Banda Aceh menyalurkan 20 paket tas dan alat tulis, pengusaha Ismail Rasyid. (Trans Continent) memberikan bantuan sebesar Rp.5 juta, bantuan masyarakat melalui organisasi siswa di sekolah sebesar Rp.3,6 juta, serta dukungan dari guru dan alumni sebesar Rp.2 juta,” ungkap Kharuddin.
Lebih lanjut disampaikannya, seluruh bantuan tersebut dikonversi menjadi school kits yang mencakup pakaian seragam, tas, sepatu, buku, alat tulis, serta perlengkapan mushalla, sehingga tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan mendasar peserta didik.
Khairuddin menjelaskan, penyerahan bantuan itu bertempat di lingkungan SMA Negeri 1 Matangkuli. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan donatur, Jefri dari Pertamina Hulu Energy, serta Pengawas Sekolah Saifullah Yusuf MPd, sebagai representatif Cabang Dinas Pendidikan (Cabsisdik) Wilayah Aceh Utara.
Kepala sekolah menuturkan, apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur, baik dari instansi pemerintah, perusahaan, pengusaha, masyarakat, guru, maupun alumni.
Ia menegaskan, bahwa seluruh bantuan dikelola secara akuntabel, terbuka, dan disalurkan langsung sesuai kebutuhan dasar pendidikan para penyintas.
Ditambahkannya, saat ini SMA Negeri 1 Matangkuli telah kembali melaksanakan pembelajaran secara normal. Seluruh kelas telah aktif belajar, meskipun beberapa diantaranya masih harus belajar secara lesehan akibat kerusakan kursi dan meja yang terdampak banjir.
“Selain itu, pembelajaran kokurikuler diarahkan pada tema kebencanaan sebagai bagian dari proses pemulihan (recovery) pascabencana sekaligus upaya mitigasi untuk menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” imbuh Khairuddin.
Jefri perwakilan dari Pertamina Hulu Energy, mengajak seluruh warga sekolah untuk bangkit dari dampak bencana dan menjadikannya sebagai momentum menata kembali lingkungan hidup.
Ia menekankan, pentingnya gerakan mitigasi bencana melalui aksi nyata, seperti reboisasi dan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Sementara itu perwakilan dari Cabdisdik Aceh Utara diwakili Pegawas Sekolah Saifullah Yusuf menyampaikan, pesan edukatif dan penuh semangat kepada para siswa agar membangun karakter tangguh, resilien, dan berdaya juang tinggi.
Menurutnya, bencana merupakan pelajaran alam dari Ilahi yang harus disikapi dengan penguatan nilai, solidaritas, dan kesiapsiagaan.(*)


