Asakita.news | Tamiang – Dinas Pendidikan Provinsi Aceh bersama seluruh pihak menyatakan terus mempercepat pembersihan dan pemulihan sekolah terdampak bencana termasuk SLB Negeri Pembina Kualasimpang sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan maksimal.
“Saat ini kondisi di SLB Negeri Pembina Kualasimpang masih berlumpur dan tergenang air karena posisinya berada lebih rendah dari jalan,” kata Plt Kadisdik Aceh Muthalamuddin, Minggu (10/1) di Banda Aceh.
Ia menjelaskan proses pembersihan terus dilakukan termasuk dengan pengerahan alat berat dan juga akan tergabung tim relawan yang akan membersihkan lumpur bekas banjir bandang yang menimbun halaman depan dan juga ruang kelas.
Menurut dia percepatan pemulihan SLB Negeri Pembina Kualasimpang juga bagian memberikan kenyamanan bagi anak-anak yang membutuhkan perlakuan khusus dibanding sekolah umum lainnya.
“Alat berat juga turut dikerahkan sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan ekstra akibat lumpur tebal yang menutup perkarangan sekolah dan area menuju ke sekolah,” katanya.
Murthalamuddin yang juga Juru bicara Pos Komando (Posko) Penanganan banjir dan Longsor Aceh mengatakan pihaknya juga telah membuat satu kolam penampung untuk membuang air yang mengenangi SLB Negeri Pembina Kualasimpang.
“Saat hujan air kembali mengenangi sekolah karena sekeliling sekolah masih tertimbun. Kita juga akan menambah kolam dan terus mencarikan solusi agar saat hujan sekolah tak lagi tergenang,” katanya.
Di lokasi lain dua unit alat berat juga dikerahkan membersihkan SMA Negeri 1 Kejuruan Muda, Gampong Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh, Tamiang.
“Alhamdulillah untuk ruang kelas sudah beraih 80 persen dan yang terus dikerjakan saat ini juga adalah halaman dan jalan masuk masih berlumpur,” katanya.
Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang bahu-membahu membersihkan sekolah-sekolah yang ada di Aceh Tamiang khususnya, dan seluruh sekolah terdampak sehingga anak-anak dapat menatap kembali masa depan lewat pendidikan.
Berdasarkan Laporan Pantauan data Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi di Posko Terpadu Pemerintah Aceh, 10 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, sebanyak 1.025 unit Sekolah rusak terdiri dari 315 rusak ringan, 418 rusak sedang dam 292 rusak berat.
Bencana banjir dan longsor terdampak di 18 Kab/Kota yang tersebar di 200 Kecamatan dan tersebar di 3.038 Gampong.


