Asakita.news | Aceh – Bupati Muhammad Salim Fakhry kembali mendapat sorotan positif atas kepemimpinannya yang dinilai efektif, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Sejak awal masa jabatannya, Salim Fakhry dianggap memiliki kemampuan lobi yang kuat di tingkat pusat.
Hal ini dibuktikan ketika Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia memilih Kabupaten Aceh Tenggara sebagai lokasi pertama yang dikunjungi saat bencana besar melanda Aceh. Momen tersebut menjadi pengakuan tersendiri atas keseriusan kepemimpinan daerah dalam membangun hubungan yang solid dengan pemerintah pusat.
Dalam aspek pengelolaan anggaran, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara di bawah kepemimpinan Salim Fakhry dinilai sangat baik dan terukur. Laporan lembaga objektif dan pengakuan dari Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan bahwa realisasi anggaran daerah berjalan secara struktural, realistis, dan berpihak kepada rakyat.
Hampir 98 persen anggaran yang disusun terakomodasi untuk program pro-rakyat, menjadikan Aceh Tenggara sebagai salah satu daerah dengan disiplin fiskal terbaik di Aceh.
Dalam penanganan bencana pun, Bupati Salim Fakhry menunjukkan kemandirian dan kesiapan yang kuat. Pemerintah daerah telah memiliki pola penanganan musibah yang jelas, mulai dari peningkatan alat berat, kesiapan anggaran penanggulangan bencana, hingga koordinasi intensif dengan Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat.
Data warga terdampak juga dikelola secara akurat tanpa unsur pencitraan, menegaskan bahwa fokus bupati adalah kerja nyata.
Sebuah survei yang dilakukan oleh LSM Rambu Darat bersama Radar menunjukkan bahwa persepsi publik terhadap Salim Fakhry sangat positif. Dari 100 responden yang diambil secara acak melalui metode kolaborasi simpel, mayoritas menilai Salim Fakhry sebagai pemimpin yang sering hadir di tengah masyarakat dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan.
Direktur Radar, M. Hawanis, menegaskan bahwa Salim adalah figur yang dekat dengan rakyat dan bekerja tanpa banyak retorika.
Dari perspektif akademisi, Nuzulul Fahmi menilai bahwa masyarakat perlu memberikan dukungan penuh terhadap kinerja Bupati Aceh Tenggara. Hingga saat ini, tidak terlihat persoalan signifikan dalam tubuh pemerintahan. UMKM berkembang, inflasi menurun, daya beli meningkat, dan angka garis kemiskinan terus ditekan.
Dalam situasi bencana pun, Bupati Salim tetap fokus pada penanganan, bukan pencitraan. Menurutnya, kritikan yang muncul belakangan ini terlalu prematur karena data menunjukkan Aceh Tenggara masih “on the track”.
Lebih lanjut, Nuzulul Fahmi menyebutkan bahwa secara ekonomi Aceh Tenggara memiliki prospek cerah melalui Forum Ekonomi Nasional. Pertumbuhan ekonomi diprediksi meningkat di atas rata-rata nasional, didukung oleh karakter masyarakat Aceh Tenggara yang dikenal tangguh dan adaptif.
Ia menilai kepemimpinan Salim Fakhry yang baru berjalan ini layak diberi kesempatan karena terlihat tulus, ikhlas, dan memahami persoalan internal serta eksternal daerah.
Selain memimpin pemerintahan, Salim Fakhry juga memegang posisi strategis sebagai Ketua Golkar Aceh. Peran ganda ini memperkuat jejaring politiknya dalam memperjuangkan pembangunan daerah.
Dengan visi besar untuk kemajuan Aceh Tenggara, kepemimpinan Salim Fakhry dipandang mampu membawa kabupaten tersebut semakin maju, tangguh, dan mandiri memasuki tahun 2026.[Admin]


