ASAKITA.NEWS, BIREUEN – Kondisi SMKN 1 Peusangan pascabanjir bandang masih terlihat berlumpur di sejumlah titik. Namun demikian, semangat siswa untuk kembali bersekolah tidak surut.
Sejak hari pertama masuk sekolah, para siswa tetap hadir mengikuti apel dan kegiatan awal pembelajaran, Senin.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kabupaten Bireuen yang memimpin apel perdana di sekolah tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran siswa dan dedikasi seluruh warga sekolah di tengah keterbatasan kondisi lingkungan.
Dalam arahannya, Kacabdin meminta agar minggu pertama masuk sekolah difokuskan untuk menata kembali lingkungan sekolah.
Guru, tenaga kependidikan, dan siswa diharapkan bergotong royong membersihkan sisa lumpur akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut.
“Kita minta minggu pertama ini warga sekolah bersama-sama menata kembali sekolah, membersihkan lingkungan yang masih berlumpur. Sekolah harus kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” ujar Kacabdin.
Ia juga menekankan bahwa peristiwa banjir bandang yang terjadi harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh siswa.
Menurutnya, musibah alam tidak hanya meninggalkan kerusakan, tetapi juga menyimpan nilai edukasi tentang kepedulian lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.
“Minggu ini kita belajar dari alam. Banjir bandang menjadi pelajaran penting bagi siswa-siswi kita tentang bagaimana menjaga lingkungan dan memahami tanda-tanda alam,” tambahnya.
Sementara itu, pihak sekolah menyatakan akan mengatur jadwal kegiatan belajar mengajar secara bertahap, dengan mengutamakan pembersihan lingkungan sekolah agar proses pendidikan dapat berjalan normal dalam waktu dekat.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat siswa dan guru SMKN 1 Peusangan untuk memulai kembali aktivitas sekolah, meski harus diawali dengan kerja bersama membersihkan sisa-sisa dampak banjir.


