ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
Home Aceh

Sekolah Korban Banjir di Bireuen Mulai Aktif, Kacabdin Bireuen: Besok Tetap Sekolah Meski Belum Semua Bersih

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2026 | 21 : 12
in Aceh, DISDIK Aceh, KABAR PEMERINTAH ACEH
0
Sekolah Korban Banjir di Bireuen Mulai Aktif, Kacabdin Bireuen: Besok Tetap Sekolah Meski Belum Semua Bersih

Oplus_16908288

1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ASAKITA.NEWS, BIREUEN – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen memastikan seluruh sekolah menengah yang terdampak banjir di kawasan Peusangan dan sekitarnya tetap melaksanakan pembelajaran mulai besok, meskipun sebagian ruang kelas dan sarana prasarana belum sepenuhnya pulih.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa hak belajar siswa tidak boleh terhenti akibat bencana.

“Walaupun belum bersih semua, besok sekolah tetap aktif. Pembelajaran tetap berjalan sambil proses pembersihan dan pemulihan fasilitas terus dilakukan,” tegas Abdul Hamid, Minggu, 4 Januari 2026.

Data Laporan Cepat Kepala Sekolah

Berdasarkan laporan cepat yang diterima dari para kepala sekolah, kondisi sarana prasarana pascabanjir masih memerlukan perhatian serius, khususnya meja, kursi, dan papan tulis.

SMAN 2 Peusangan memiliki 21 ruang kelas, dengan 17 ruang sudah bersih dan 4 ruang belum dapat digunakan. Kebutuhan meja dan kursi siswa masing-masing sebanyak 756 unit, dengan kondisi layak 638 unit. Sekolah ini masih kekurangan 118 meja dan 118 kursi siswa. Sementara itu, seluruh kebutuhan meja dan kursi guru sebanyak 106 unit dilaporkan tidak layak. Untuk papan tulis, dari kebutuhan 21 unit, tersedia 17 unit dan masih kurang 4 unit.

SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng melaporkan memiliki 8 ruang kelas, dengan 4 ruang sudah bersih dan 4 ruang belum bersih. Seluruh meja dan kursi siswa sebanyak 205 unit rusak dan belum ada yang layak pakai. Kondisi serupa terjadi pada meja dan kursi guru, masing-masing 43 unit, seluruhnya tidak layak. Sekolah ini juga belum memiliki papan tulis yang dapat digunakan, dari kebutuhan 8 unit.

Di SMAN 2 Kutablang, seluruh 3 ruang kelas telah bersih. Namun demikian, kebutuhan 150 meja dan 150 kursi siswa seluruhnya tidak layak. Meja dan kursi guru sebanyak 40 unit juga mengalami kerusakan total. Papan tulis masih kosong, dari kebutuhan 4 unit belum satu pun tersedia.

Sementara itu, SMAN 1 Peusangan memiliki 14 ruang kelas yang seluruhnya sudah bersih. Dari kebutuhan 418 meja dan kursi siswa, hanya 100 unit yang masih layak, sehingga masih kekurangan 318 meja dan 318 kursi. Seluruh 80 unit meja dan kursi guru tidak layak pakai. Sekolah ini juga membutuhkan 20 papan tulis, namun belum tersedia sama sekali.

Kondisi serupa juga dilaporkan oleh SMKN 1 Peusangan. Sekolah ini memiliki 20 ruang kelas, dengan 16 ruang sudah bersih dan 4 ruang belum bersih. Dari kebutuhan 720 meja dan 720 kursi siswa, hanya 75 unit yang masih layak. Kekurangan tercatat masing-masing 350 meja dan 350 kursi. Seluruh 79 unit meja dan kursi guru juga rusak. Untuk papan tulis, dari kebutuhan 21 unit, baru tersedia 2 unit sehingga masih kurang 19 unit.

Adapun SMA Al Furqan belum menyampaikan laporan data kerusakan.

Pembelajaran Tetap Jalan, Pemulihan Terus Dikoordinasikan

Abdul Hamid menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan sekolah untuk mengatur pembelajaran secara fleksibel dengan memanfaatkan ruang yang telah layak, serta mengedepankan keselamatan dan kenyamanan siswa.

Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong para kepala sekolah, guru, siswa, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembersihan sekolah pascabanjir.

“Seluruh data kebutuhan ini akan kita laporkan dan koordinasikan untuk penanganan lebih lanjut. Yang terpenting, anak-anak tetap belajar dan sekolah kembali hidup,” pungkasnya.

120
Tags: banjir AcehCabdin BireuenDisdik AcehMulai sekolahPemerintah Aceh
Previous Post

RSUD TCD Sigli Beri Layanan Kesehatan di Posko Pengungsi Aceh Tamiang

Next Post

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 4 PJU dan 3 Kapolres jajaran

Redaksi

Redaksi

Next Post
Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 4 PJU dan 3 Kapolres jajaran

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 4 PJU dan 3 Kapolres jajaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADST

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In