BIREUEN – Asakita.News – Komando Distrik Militer (Kodim) 0111/Bireuen bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Bireuen menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan dampak banjir yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.
Salah satu fokus utama adalah pembersihan sekolah-sekolah yang terdampak lumpur pascabanjir.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bireuen, Abdul Hamid, secara langsung mendatangi Markas Kodim 0111/Bireuen untuk meminta dukungan personel TNI dalam rangka membersihkan fasilitas pendidikan yang terendam lumpur dan tidak dapat digunakan secara normal.
Permintaan tersebut langsung disambut positif oleh Dandim 0111/Bireuen, yang kemudian menurunkan personel TNI BKO ke sejumlah sekolah menengah di wilayah Bireuen.
Sebanyak 50 personel TNI diterjunkan ke SMK Negeri 1 Peusangan, 30 personel ke SMA Negeri 1 Peusangan, 20 personel ke SMA Negeri 2 Peusangan, serta masing-masing 10 personel ke SMA Negeri 2 Kutablang dan SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng.
Selain personel, Kodim 0111/Bireuen juga menurunkan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan lumpur.
Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Abdul Hamid, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respon cepat dan dukungan penuh dari jajaran TNI.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kepedulian serta respon cepat Pak Dandim Bireuen.
Penempatan TNI di lima sekolah SMA dan satu SMK sangat membantu kami agar aktivitas belajar mengajar bisa segera kembali normal,” ujar Abdul Hamid.
Ia menegaskan, kolaborasi antara TNI dan dunia pendidikan ini merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap keselamatan dan keberlangsungan pendidikan peserta didik pascabencana.
Pembersihan sekolah-sekolah terdampak banjir tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sarana pendidikan, sehingga siswa dan guru dapat kembali melaksanakan proses belajar mengajar dengan aman dan nyaman.


