• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Agustus 31, 2025
  • Login
AsaKita.News
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
No Result
View All Result
AsaKita.News
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita
Home KABAR PEMERINTAH ACEH

Wagub Aceh: FKPA Harus jadi Wadah Aktualisasi dan Pemberdayaan Perempuan

Redaksi by Redaksi
Agustus 29, 2025 | 14 : 52
in KABAR PEMERINTAH ACEH
0
Wagub Aceh: FKPA Harus jadi Wadah Aktualisasi dan Pemberdayaan Perempuan

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus DPP Forum Kreatif Perempuan Aceh (DPP-FKPA) di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Jumat (29/8/2025).

1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“Melalui usaha kuliner, kerajinan, fesyen, hingga pemasaran digital,perempuan Aceh bukan hanya menggerakkan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat budaya lokal dan membawa produk kita bersaing di pasar nasional bahkan global,”

ASAKITA.NEWS| Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE., menegaskan bahwa Forum Kreatif Perempuan Aceh (FKPA) harus menjadi wadah aktualisasi, kolaborasi, dan pemberdayaan perempuan Aceh dalam berbagai bidang, utamanya seni, budaya, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Hal itu disampaikan Wagub Fadhlullah saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah FKPA periode 2025–2030 di Banda Aceh, Jumat (29/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, Hj. Kartini dilantik sebagai Ketua Umum dan Dra. Muslihah sebagai Sekretaris. Mereka dilantik bersama puluhan pengurus lainnya, termasuk 20 DPD FKPA se-Aceh, oleh Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar.

“Sejak masa lalu, perempuan Aceh adalah kekuatan utama dalam menjaga martabat, budaya, dan peradaban. Kita mengenal Cut Nyak Dhien, Laksamana Malahayati, Pocut Meurah Intan, dan banyak tokoh lainnya. Hari ini, semangat kepemimpinan dan kreativitas itulah yang dihidupkan kembali melalui FKPA,” ujar Fadhlullah.

Menurut Wagub, peran perempuan di Aceh sangat nyata dalam sektor ekonomi. Ia menyinggung data nasional yang menunjukkan 64 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, bahkan di Aceh jumlahnya melebihi laki-laki.

“Melalui usaha kuliner, kerajinan, fesyen, hingga pemasaran digital, perempuan Aceh bukan hanya menggerakkan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat budaya lokal dan membawa produk kita bersaing di pasar nasional bahkan global,” ujar Fadhlullah.

Dalam kesempatan itu, Wagub Fadhlullah menegaskan jika pembangunan Aceh ke depan harus berakar dari desa atau gampong. Ia menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini sudah berjalan di 206 titik dapur, dengan 70 dapur yang telah beroperasi, dan ditargetkan seluruhnya aktif pada akhir tahun 2025.

“Saya ingin sampaikan, koperasi Merah Putih akan berdiri di setiap desa. Dengan koperasi ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses kebutuhan seperti pupuk dan LPG. Koperasi juga akan menjadi pemasok utama program MBG. Pertumbuhan ekonomi Aceh ada di tingkat gampong, dan kami selalu menyebutkan: mari bangun gampong untuk menuju provinsi,” ujar Wagub.

Sementara itu, Ketua Umum FKPA, Hj. Kartini, mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran para perempuan dari berbagai daerah yang rela datang jauh-jauh ke Banda Aceh untuk menghadiri pelantikan. Ia menjelaskan bahwa FKPA lahir dari semangat 31 organisasi perempuan lintas profesi, sehingga bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan nilai-nilai Islam dan Pancasila yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kemandirian perempuan dalam pembangunan daerah.

“Pemberdayaan perempuan tidak bisa berjalan sendiri. FKPA butuh kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan seluruh mitra strategis agar mampu mendukung program pembangunan daerah. Kami ingin meneguhkan semangat bahwa perempuan Aceh harus kreatif, tangguh, bermartabat, serta mampu memberi kontribusi nyata. Dari FKPA, kita berharap lahir perempuan Aceh yang unggul dan berdaya saing,” kata Kartini.

Ia juga mengajak seluruh anggota FKPA dan masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan. “Semangat ini harus kita rawat bersama, agar menjadi kekuatan dalam mengabdi untuk Aceh,” ujarnya.

Pelantikan FKPA turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A) Meutia Juliana, istri Wakil Gubernur Aceh Hj. Mukarramah, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat. []

63
Previous Post

Samsat Banda Aceh Menjadi Narasumber pada Pelatihan Fungsi Teknis Lalu Lintas Bidang Regident Ditlantas Polda Aceh Tahun 2025

Next Post

Bunda Salma: NTB Jadi Inspirasi Aceh dalam Penyusunan Qanun Jaminan Pembiayaan Syariah

Redaksi

Redaksi

Next Post
Bunda Salma: NTB Jadi Inspirasi Aceh dalam Penyusunan Qanun Jaminan Pembiayaan Syariah

Bunda Salma: NTB Jadi Inspirasi Aceh dalam Penyusunan Qanun Jaminan Pembiayaan Syariah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Siswa Menulis
  • Suara Guru
  • Suara Kita

Hak Cipta Asakita.news © 2024 MUSTAKIM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In