Asakita.News | ACEH UTARA — Ketua Yayasan Kerja Indonesia Maju (YKIM) Aceh, Muchti Chairul H, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama Ditresnarkoba Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe mengungkap ladang ganja seluas 18 hektare di Kabupaten Aceh Utara. Menurutnya, pengungkapan tersebut merupakan langkah besar dalam memerangi peredaran narkotika sekaligus upaya melindungi masyarakat, khususnya generasi muda Aceh, dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Muchti menilai keberhasilan operasi pada 27–28 Oktober 2026 di Dusun Alue Garut, Desa Teupin Ruseb, Kecamatan Sawang, menunjukkan keseriusan aparat dalam memutus mata rantai produksi narkotika hingga ke sumbernya. Luas lahan yang mencapai 18 hektare menjadi perhatian serius karena memperlihatkan besarnya ancaman yang harus dihadapi bersama melalui pengawasan dan penindakan berkelanjutan.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh Kombes Pol. Dr. Gazali Ahmad, serta seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut. Menurut Muchti, sinergi BNN, kepolisian, Brimob, dan jajaran Polres Lhokseumawe merupakan contoh kerja sama yang perlu terus diperkuat untuk menghadapi ancaman narkotika di Aceh.
“Ini merupakan langkah luar biasa dan patut kita apresiasi. Pengungkapan ladang ganja seluas 18 hektare bukan pekerjaan ringan. Kita berharap keberhasilan ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat pemberantasan narkoba, bukan hanya pada tingkat peredaran, tetapi juga sampai ke sumber produksinya,” ujar Muchti Chairul H.
Muchti turut menyoroti pengamanan empat orang terduga pelaku berinisial MW, HM, SF, dan WD dalam operasi tersebut. Ia berharap proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Ia juga mendorong aparat untuk terus mengembangkan pengungkapan apabila ditemukan keterlibatan pihak lain dalam aktivitas tersebut.
Sebagai Ketua YKIM Aceh, Muchti mengajak pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pencegahan narkotika melalui edukasi serta pengawasan lingkungan. “Menyelamatkan Aceh dari narkoba adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan biarkan generasi muda menjadi korban. Kita harus bersatu mendukung aparat agar Aceh semakin aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkotika,” tutupnya.


