Asakita.News | BANDA ACEH – Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh kembali menggelar Kajian Dakwah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai upaya memperkuat keimanan, membina akhlak, serta menanamkan nilai-nilai integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Fitrah, Keutapang/Geuceu Meunara, Kamis (29/10/2026) malam, menghadirkan penceramah Tgk. H. Gamal Akhyar, Lc., MA. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema bahaya kezaliman dan pentingnya menjaga amanah, khususnya bagi aparatur yang diberikan jabatan dan tanggung jawab dalam pelayanan publik.
Tgk. Gamal menegaskan bahwa jabatan dan kekuasaan bukanlah sekadar kedudukan yang memberikan kewenangan, melainkan amanah besar yang kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Ia mengingatkan, setiap orang yang diberikan kekuasaan harus berhati-hati dalam bertindak. Jabatan tidak boleh dijadikan alat untuk bertindak sewenang-wenang, menyalahgunakan kewenangan, apalagi merugikan hak orang lain.
“Hari ini kita mungkin merasa berkuasa, berbuat semena-mena dengan jabatan atau bebas berbuat apa saja, namun Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Adil,” ujarnya.
Menurutnya, kezaliman memiliki konsekuensi serius, baik dalam kehidupan dunia maupun di akhirat. Karena itu, setiap ASN harus mampu menjaga lisan, perbuatan, dan hati agar tidak terjerumus dalam perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan keadilan.
Ia juga mengajak seluruh peserta kajian untuk menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
ASN Dituntut Berintegritas dan Bertanggung Jawab
Kajian dakwah tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa keberhasilan seorang aparatur tidak hanya diukur dari pencapaian pekerjaan atau prestasi birokrasi, tetapi juga dari akhlak, kejujuran, integritas, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh diharapkan terus memperkuat pembinaan rohani bagi ASN agar mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, bersikap adil, menjunjung tinggi kejujuran, dan bekerja secara ikhlas.
Pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut menjadi pengingat bahwa setiap jabatan memiliki batas, setiap kewenangan mengandung tanggung jawab, dan setiap tindakan akan dimintai pertanggungjawaban.
Sebab, jabatan mungkin memberikan kekuasaan di dunia, tetapi amanah dan keadilanlah yang menentukan nilai seseorang di hadapan Allah SWT.


