MERAUKE, ASAKITA.NEWS — Hilirisasi padi di Kawasan Transmigrasi Salor, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mulai diperkuat dari tingkat petani.
Tim 3 Ekspedisi Patriot IPB University bersama BULOG Cabang Merauke dan Pergudangan BULOG Yasa Mulya menggelar pelatihan penanganan pascapanen dan peningkatan mutu gabah di Balai Kampung Yasa Mulya SP 2, Jumat (18/9/2026).
Pelatihan menekankan bahwa kualitas beras ditentukan sejak gabah dipanen, dikeringkan dan disimpan. Petani diperkenalkan dengan sejumlah parameter mutu, seperti kadar air, gabah hampa, kebersihan, benda asing dan kondisi fisik gabah.
Kepala Kampung Yasa Mulya SP 2, Supriyanto, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai mutu gabah penting agar hasil panen petani memiliki nilai jual yang lebih baik.
Sementara itu, Assistant Manager Pengadaan BULOG Cabang Merauke, Ashari, menegaskan BULOG membuka peluang kemitraan langsung dengan petani.
“Bukan hanya untuk pengepul besar, petani yang memiliki jumlah hasil panen 1–2 ton juga dapat kami terima asalkan menjadi mitra resmi BULOG,” ujarnya.
Kepala Pergudangan BULOG Yasa Mulya, Agus Ani Mustofa, menjelaskan setiap gabah yang masuk akan melalui proses penerimaan, penimbangan dan pemeriksaan mutu sebelum disimpan sesuai prosedur pergudangan.
Dalam materi pelatihan disebutkan, salah satu acuan mutu GKP adalah kadar air maksimal 25 persen dan gabah hampa maksimal 10 persen. Sedangkan GKG memiliki kadar air maksimal 14 persen dan gabah hampa maksimal 3 persen.
Perwakilan Tim 3 Ekspedisi Patriot IPB, Dr. Muhammad Syukur Sarfat, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara petani dan BULOG sekaligus menambah wawasan mengenai penanganan hasil panen.
Kolaborasi ini memperkuat rantai hilirisasi padi dari petani, pascapanen, BULOG, pergudangan hingga pemasaran.
Dengan memahami standar mutu dan mekanisme pengadaan, petani Tanah Miring diharapkan semakin siap meningkatkan kualitas hasil produksi sekaligus memperkuat posisi dalam rantai pasok padi di Kawasan Transmigrasi Salor.


